Menyiapkan Carport yang Estetik

Jika garasi berada di dalam rumah, carport dapat dibuat di halaman. Untuk rumah yang halamannya luas, walau sudah ada garasi pun, carport masih diperlukan.

NERACA

Keberadaancarportbagi rumah yang bermobil, adalah ‘wajib’ hukumnya. Fungsi dari carport adalah tempat berteduh mobil di luar rumah. Karenanya, walaupun berada di luar rumah, setiap carport akan dilengkapi dengan atap untuk melindungi mobil dari panasnya sinar matahari maupun dari siraman air hujan. Di bawah carport, orang bisa mencuci dan mempersiapkan mobil sebelum berangkat.

Karena juga berfungsi sebagai tempat parkir mobil sebelum masuk ke garasi, carport harus berlantai padat agar tidak becek jika hujan, atau berdebu jika panas. Carport diperlukan juga untuk menyimpan mobil kedua atau ketiga jika garasi sudah berisi. Tentu saja mobil yang ditempatkan di carport adalah mobil yang tidak lebih bagus dari mobil yang lainnya. Kendati demikian ada pula yang berpikiran berbeda.

Biasanya, mobil yang ditaruh di luar garasi agar bisa dilihat orang bahwa si empu mempunyai mobil bagus dan mewah. Bisa juga mobil yang di luar tidak selalu bagus atau jelek, tapi dilihat dari aspek lain, misalnya mobil itu antik, khas, langka, dan menarik perhatian orang.

Bisa saja, seluruh mobil yang ada, misalnya dua, berada di carport, sebab tidak ada garasi, karena memang rumahnya tidak besar, misalnya lebar tanahnya 7-8 m. kedua mobil berada sejajar di halaman, hingga menyita hampir seluruh bidang depan rumah, sisa 1-1,5 m untuk jalur masuk ke dalam rumah.

Carport untuk satu mobil, rata-rata luasnya 2,5 X 4,6 m2, dan 5 X 4,6 m2 untuk dua mobil. Kadangkala, ada pula rumah dengan empat mobil. Dua mobil di garasi, dan dua mobil di carport. Ada pula keempat-empatnya berada di carport, berjejer empat memenuhi seluruh bidang halaman. Ada pula yang areal depan rumahnya luas, jadi carport dibuat mampu memuat dua mobil ber

Multifungsi

Ada kalanya, garasi sengaja dihilangkan, dialihfungsikan untuk ruang dalam lainnya. Jadi mobil-mobil dipajang di halaman, dengan alasan selain lebih lega, juga memudahkan perawatan. Sebagai perpanjangan dari garasi ataupun teras, atau ruang tamu yang terasnya sempit, carport juga sering dimanfaatkan sebagai ruang serba guna, termasuk untuk bermain bagi anak-anak.

Sesuai dengan fungsi dan sifatnya, carport dapat dibuat sesuai dengan tipenya, yaitu permanen dan menyatu dengan badan, semi permanen, dan kurang permanen, jika dilihat dari bahannya. Setidaknya ada tiga komponen dari carport, yaitu atap, lantai, dan pintu pagar. Yang membedakan adalah, bahan material yang dipakai untuk mendirikan carport.

Untuk rumah yang berada dalam kawasan kluster, terkadang halaman tidak berpagar dan tidak berpintu. Kendati demikian, demi keamanan kendaraan, ada pula carport di kawasan kluster yang diberi pagar dan berpintu.

Rumah dengan banyak mobil di komplek perumahan non-kluster, lebih sering diberi pagar dan pintu. Bahkan bentuk pagar dan pintu pagar sering dibuat tinggi. Tipe rumah yang berpagar tinggi sering menunjukkan kurang harmonisnya hubungan bertetangga di komplek tersebut. Terkesan individualisme. Antartetangga jarang berinteraksi. Alasan yang masuk akal adalah masing-masing rumah mempunyai kesibukan yang luar biasa. Boleh jadi, pemilihan model carport berikut pagar dan pintu pagar mencerminkan karakter pemiliknya.

Itu sebabnya, carport, pagar dan pintunya dibuat dengan corak yang matching atau menyatu dengan rumahnya. Misalnya, jika rumahnya minimalis, carport pun juga dibuat dengan corak yang minimalis pula. Kesan carport menyatu dengan rumah diwujudkan dalam pemilihan warna cat, bahan dasar lantai, dan model atap rumah.

Agar juga menyatu dengan halaman, ada baiknya kawasan carport dihiasi dengan tanaman di pinggir-pinggirnya. Jenis tanaman yang disarankan ditanam di sana antara lain jenis bambu-bambuan, bonsai, palem, atau cemara kecil, atau rerumputan. Tanaman bunga-bungaan dapat di pot, di setiap sudut ataupun berjajar di tepian. Sedangkan jenis bambu-bambuan ditanam di tanam menempel tembok.

Kadang kala, panjang carport lebih pendek dari mobil. Alhasil, pintu sering dibuat menonjol ke luar hingga melewati batas selokan. Itu yang kurang elok, karena, areal di luar pagar sudah merupakan kawasan publik.

Di luar pagar terdapat got dan trotoar, dan sebidang taman. Sebaliknya, jika di komplek yang tak terlalu luas, tapi lebarnya cukup untuk mobil berpapasan luas. Jembatan atau penutup selokan di depan pintu pagar juga tak boleh lebih tinggi dari badan jalan. Jika itu dilakukan, jelas akan mempersempit badan jalan, dan itu tabu. (saksono)

BERITA TERKAIT

Siapapun yang Menang Pilpres 2019 : Tugas Berat Menantinya

  Oleh : Dedi Syaifullah Kurniadi Jamil, Pengamat Ekonomi Politik Kubu Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin maupun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin…

KOTA SUKABUMI - Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan

KOTA SUKABUMI  Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan NERACA Sukabumi - Pola tanam dengan cara hidroponik ternyata menjadi peluang usaha yang…

Masalah Ekonomi Masih Menjadi Salah Satu Yang Dominan Pasangan Menikah Bercerai

Masalah Ekonomi Masih Menjadi Salah Satu Yang Dominan Pasangan Menikah Bercerai NERACA Jakarta - Mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…