Keindahan Alam Kalimantan dalam Balutan Tradisi - Tugu Khatulistiwa dan Pasar Apung

Apa yang terlintas di kepala Anda kala mendengar nama Kalimantan? Mungkin, yang terbersit adalah sebuah pulau besar di Indonesia. Asal tahu saja, Kalimantan dikenal dunia sebagai paru-paru dunia, maklum potensi hutan Kalimantan sangat besar, tak heran jika hutan di kalimantan tersohor diseluruh belahan dunia.

Meski begitu, kini satu demi satu pohon di hutan Kalimantan mulai tumbang seiring perkembangan zaman, bahkan sebagian wilayahnya kini sudah gundul dan mengancam keberadaan hewan yang tinggal disana. Meski begitu, tetap Kalimantan masih memiliki daya tarik untuk dikunjungi wisatawan. Pasalnya, di sana terdapat banyak lokasi wisata menarik. Ya, alam Kalimantan memang menawarkan keindahan sangat beraga tidak hanya lewat hutannyanya saja, salah satu tempat yang menarik dikunjungi adalah Tugu Khatulistiwa dan Pasar Terapung.

Tugu Khatulistiwa

Siapa yang tidak mengenal garis Khatulistiwa? Garis yang membentang dan membelah dunia ini dapat kita temui di Kalimantan. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak. Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat di dalam gedung.

Dua kali dalam setahun, tugu ini selalu diramaikan oleh banyak wisatawan lokal ataupun asing. Biasanya antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa yang ditunggu itu adalah kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan menghilang beberapa detik saat disinari matahari.

Pasar Apung

Siapa yang tidak mengenal obyek wisata yang sebenarnya menjadi pusat perekonomian Kalimantan ini. Memang tidak lengkap rasanya bila Jalan-jalan keKalimantan tanpa mendatangi pasar tradisional yang menjadi tradisi masyarakat Sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasar yang menjadi ciri khasKalimantan Selatanini bisa kita temui tak jauh dari pusat Kota Banjarmasin. Sesampainya di tepian sungai, kita bisa menyewa perahu untuk berkeliling, yang menyukai fotografi mungkin akan sangat terpuaskan oleh obyek-obyek foto yang sangat menarik.

Proses ekonomi ini terjadi ketika dini hari tiba hingga subuh, pagi harinya Anda akan melihat pasar ini ramai dipadati oleh perahu-perahu yang ingin menjajakan dagangannya. Hampir semua barang bisa ditemui dipasar terapung ini, mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan dapur semua tersedia. Jangan lupa untuk mencicipi sarapan khas Banjarmasin, soto Banjar. Menikmati soto Banjar diatas perahu yang bergoyang memang memiliki sensasi yang sangat berbeda.

BERITA TERKAIT

Optimalkan Pasar Dalam Negeri - ULTJ Pasang Konservatif Target Ekspor

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan penjualan lebih besar lagi, PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) akan mengoptimalkan pasar dalam negeri…

Wakil Ketua MPR RI - Ulama Berperan Dalam Menjaga NKRI

Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR RI Ulama Berperan Dalam Menjaga NKRI Depok - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur…

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten…