Genjot Produksi Perikanan Budidaya, Tambak Pantura Direvitalisasi

NERACA

Serang - Dalam upaya mendukung program pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), agar Indonesia menjadi penghasil produk perikanan terbesar di dunia pada 2015, Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Hasanah menegaskan, daerah yang dia pimpin, yakni Kabupaten Serang siap terus menggenjot produksi beberapa produk perikanan, khususnya udang, bandeng, dan rumput laut.

“Dengan melihat sumber daya udang di pantura, maka Menteri Kelautan dan Perikanan merevitalisasi tambak udang, sebagai realisasi dari industrialisasi perikanan. Di Serang, revitalisasi terletak di Kecamatan Pontang, Desa Sukajaya, Kabupaten Serang. Di Serang sendiri, pada 2012 ini, revitalisasi untuk tambak udang 150 hektar dan bandeng 75 hektar,” kata Ratu dalam acara Temu Lapangan Kelompok Pembudidaya Udang di Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Rabu, pekan lalu.

Menurut dia, sebagai salah satu basis produksi perikanan budidaya, pada 2010 silam, Kebupaten Serang telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan. “Di Kabupaten Serang ini kita siap dan kami sangat menyambut program revitalisasi ini dengan sangat antusias. Kita akan lakukan sebaik-baiknya. Misalnya tadi ada soal infrastruktur jalan, itu jadi tanggung jawab kami. Membina masyarakat menjaga keamanan di sini untuk berlangsungnya prograam kami. Ini harus sukses di Serang,” lanjutnya.

Lebih jauh Ratu mengatakan, di Kabupaten Serang, udang merupakan produk andalan perikanan budidaya, disusul bandeng dan rumput laut. “Di sini potensinya sangat tinggi. Dari KKP sendiri mendukung, 150 hektar untuk udang, 75 hektar untuk bandeng. Kami akan mulai mendorong rumput laut untuk produksinya,” ungkap Ratu.

Mengenai perbaikan infrastruktur, dia mengakan, pemerintah daerah yang dia pimpin bakal berkumpul untuk merampungkan masalah tersebut. “Kalau infrastruktur itu kan dengan Dinas Pekerjaan Umum ya. Kami akan berkumpul dengan dinas terkait. Di sini tidak hanya menjadi produksi udang, tapi juga kuliner dan pariwisata. Kita akan duduk bersama. Jalan ke Dinas PU, penerangan ke Dishub, kuliner Dinas Pariwisata, semua akan bekerjasama,” cetusnya.

Revitalisasi Tambak Udang

Di tempat yang sama, Setiawan, Kasubdit Air Payau Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP mewakili Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan, perbankan kini mulai percaya pada usaha perikanan budidaya kaitannya dengan pemberian kredit. “Perikanan sudah menjadi andalan dalam hal untuk ketahanan pangan. Multiplier efek dari usaha perikanan budidaya ini, diharapkan bisa berkembang, bisa didukung oleh masyarakat. Mudah-mudahan dengan revitalisasi udang di Serang, menjadi bangkitnya budidaya udang, sehingga diharapkan dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi perkembangan perikanan budidaya,” kata Setiawan.

Dia juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Serang telah memfasilitasi budidaya udang, di samping ada juga kawasan Minapolitan, di kecamatan Domas untuk komoditas rumput laut. “Rumput laut sudah menjadi komoditas terbesar kedua di dunia setelah Filipina. Kita harapkan menjadi yang terbesar di dunia di 2013,” imbuhnya.

Sementara itu, Hikmat Darmawan dari PT Krakatau Industri Kecil Alumunium yang merupakan mitra revitalisasi tambak udang di Kabupaten Serang, mengungkapkan, budidaya tambak udang di daerah tersebut juga bermakna pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. “Kegiatan ini terdiri dari delapan kelompok. Tujuh kelompok pembudidaya, satu kelompok pendukung budidaya udang. Kelompok pendukung pembudidaya ini untuk membantu dalam hal pemasaran,” kata dia.

Hikmat menjelaskan, lokasi yang direncanakan untuk tambak udang di kawasan tersebut mencapai 150 hektar. “Ini untuk tahap awal, di mana ini didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tahap kedua, kita akan lakukan dengan swadaya, dan di-back up oleh Bank Tabungan Negara. Ini adalah titik awal. Ini adalah langkah kecil. Namun ini adalah lompatan besar. Untuk itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Untuk pembiayaan, pada tahap awal ini dilakukan secara simbolis untuk empat orang, dengan fasilitas KUR investasi, dengan plafon masing-masing Rp 500 juta,” jelasnya.

Dukungan Perbankan

Adapun Iriana Unteani, Branch Manager PT Bank Tabungan Negara Cabang Cikarang, pada kesempatan yang sama, mengakui pemberian kredit ke sektor perikanan termasuk dalam berisiko tinggi, apalagi BTN biasa bermain di sektor properti. “Ini baru pertama kali. Yang membuat kami yakin adalah pihak-pihak yang mendukung program ini. Kalau ini berhasil, saya yakin teman-teman di cabang BTN lain bisa mengikuti,” ujar Iriana.

Iriana mengaku sudah mempelajar budidaya perikanan air tawar seperti yang dilakukan di Kabupaten Serang, sehingga mantap untuk menyalurkan kredit. “Kami sudah pelajari, kami dapat informasi, ternyata budidaya air tawar, risikonya tidak terlalu besar. Justru keuntungannya sangat besar, apalagi ada mitra, dukungan KKP, dukungan dari Pemda. Termasuk keamanan. Makanya kami yakin dengan dukungan semua pihak itu,” terangnya.

Karena adanya beragam jaminan dari berbagai pihak itu, Iriana yakin, kucuran kredit ke pembudidaya udang di tempat tersebut akan bisa menguntungkan BTN. “Kami yakin seratus persen untung, karena penjaminnya. Buat bank, tidak ada alasan lagi untuk tidak membantu penyaluran kredit. Yang kita salurkan kebetulan kredit usaha rakyat (KUR). Sebenarnya KUR bisa ke perorangan. Di sini polanya kelompok-kelompok. Nanti ketua kelompoknya membina anggotanya. Kalau rencana, kita sampai antara Rp 35-40 miliar. Itu total,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Volkswagen Segera Mampu Produksi 15 Juta Mobil Listrik

Volkswagen mengumumkan akan memiliki kapasitas untuk membangun hingga 15 juta mobil listrik selama beberapa tahun ke depan, berdasarkan laporan Reuters…

Buka 20 Gerai Baru di 2019 - Mega Perintis Pacu Kapasitas Produksi

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dan menjadi emiten ke-56 di Bursa Efek Indonesia di tahun 2018,…

Produksi Rumput Laut Serang 17 Ribu Ton

Produksi Rumput Laut Serang 17 Ribu Ton NERACA Serang - Produksi rumput laut jenis cotoni di Kabupaten Serang sampai dengan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Indonesia Latih Petani Hortikultura Timor-Leste

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia memberikan pelatihan teknis hortikultura kepada petani Timor Leste di desa Oesilo, Oecussi untuk membangun ekonomi…

Pungutan Ekspor Sawit Dihentikan, Program Jalan Terus

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tetap menjalankan programnya, meski pemerintah menghentikan sementara dana pungutan ekspor…

Menperin: IKM Makanan dan Tenun Kian Prospektif

NERACA Jakarta – Industri kecil dan menengah (IKM) di Provinsi Riau masih menjadi sektor andalan dalam menunjang roda perekonomian masyarakat…