Menakar “Ngebulnya” Bisnis Rokok Wismilak - Targetkan Produksi 3 Miliar Batang

NERACA

Jakarta-Daya beli konsumen yang saat ini dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan perekonomian merupakan 'berkah' bagi saham-saham consumer goods di pasar modal Indonesia, tidak terkecuali bagi saham emiten rokok. Tidak heran, jika dikatakan pencatatan saham bagi emiten rokok di tahun ini merupakan momentum yang tepat, seperti yang dilakukan PT Wismilak Inti Makmur.

Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 30% saham ke publik dalam penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, “Saat ini masih tahap awal dalam proses penawaran saham perdana, harapannya penawaran umum saham perdana dapat dilakukan tahun ini.” Kata Sekretaris Perusahaan PT Wismilak Inti Makmur, Surjanto Yasaputera.

Berdasarkan laporan keuangan yang akan digunakan dalam proses tersebut, perseroan akan menggunakan laporan keuangan Juni 2012. Dalam pencapaian kinerja tersebut, perseroan berhasil mencatatkan kapasitas produksi perseroan setiap tahunnya bisa mencapai 3 miliar batang.

Untuk penawaran saham perdana, perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Adapun dana hasil penawaran saham perdana, akan digunakan untuk pengembangan usaha. Dia mengemukakan, kapasitas produksi perseroan setiap tahunnya bisa mencapai 3 miliar batang.

Sementara untuk target penjualan di tahun ini, pihaknya memproyeksikan penjualan bisa mencapai 2 miliar batang. “Sebagian besar digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, di mana modal kerja akan banyak diserap pada semester kedua karena panen dilakukan pada semester kedua,” ujarnya.

Kata Surjanto, saat ini pangsa pasar perseroan berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra Utara, serta Kalimantan. Namun, selain Indonesia, perseroan juga melakukan ekspor ke Malaysia. Sampai dengan saat ini, lanjut dia, perseroan memiliki tujuh brand rokok dan satu brand cerutu dan memiliki kekuatan dalam brand yang cukup tinggi.

Valuasi Saham

Analis dari Ciptadana Securities, Mitchel Jauwanto memproyeksikan, prospek rokok pada empat tahun ke depan masih cerah. Hal tersebut ditunjukkan dari kinerja saham HM Sampoerna dan Gudang Garam yang saat ini cukup prospektif, “Daya beli konsumen tumbuh, terlebih produk rokok termasuk tidak elastis terhadap harga. Seberapa pun tarif cukai dan harga rokok dinaikkan, pengaruhnya terhadap penjualan relatif kecil.” jelasnya.

Valuasi saham emiten rokok yang cukup menjanjikan dari HM Sampoerna misalnya, tampak dari kinerja perseroan pada di kuartal ketiga 2012 yang mencatatkan kenaikan penjualan 26,4% menjadi Rp48,46 triliun. Laba bersihnya juga mengalami pertumbuhan sekitar 24,72% atau menjadi Rp 7,43 triliun. Namun sayangnya, lanjut Mitchel, saham HM Sampoerna yang beredar di bursa cuma 1,83% sehingga kurang menarik untuk dimainkan.

Mitchel menilai, sampai dengan akhir tahun saham ini masih layak dikoleksi karena diperkirakan masih bisa menguat menjadi Rp57.000. Tidak berbeda dengan HM Sampoerna, meskipun tidak mencatatkan kinerja yang cukup baik, secara fundamental Gudang Garam masih sangat solid karena Gudang Garam tercatat tidak memiliki kewajiban membayar bunga utang.

Untuk jangka pendek, menurut dia saham GGRM masih memungkinkan untuk dikoleksi oleh investor karena berpotensi akan mengalami penguatan (rebound), terlebih bagi investor yang mengincar deviden karena rasio pembagian deviden emiten ini bisa mencapai 40% dari laba bersih. (lia)

BERITA TERKAIT

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018 NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menargetkan rancangan…

KOTA SUKABUMI - Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan

KOTA SUKABUMI  Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan NERACA Sukabumi - Pola tanam dengan cara hidroponik ternyata menjadi peluang usaha yang…

TKI Diluar Negeri Sumbang Devisa US$5,8 Miliar

    NERACA   Jakarta – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri telah mendatangkan devisa untuk negara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…