Trikomsel Targetkan Pendapatan Rp 1,5 Miliar

Seiring dengan penambahan 10 gerai baru, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) menargetkan pendapatan hingga Rp1,5 miliar pada tahun ini. Pendapatan tersebut diperoleh dari toko Samsung Experiental Shop yang telah membuka gerai ke empatnya di tahun ini.

Direktur Trikomsel Evy Soenarjo mengatakan, pendapatan Rp1,5 miliar yang diperoleh dari nilai transaksi Samsung Experiental Shop, “Samsung memberikan kontribusi terbesar dari pendapatan Trikomsel, dengan pertumbuhan mencapai 30% dan diharapkan mampu meningkatkan penjualan saat ini," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan hingga akhir tahun ini penjualan ponsel mengalami peningkatan hingga 20% dibandingkan bulan sebelumnya, “Pada November dan Desember ini kita mengalami peningkatan hingga 20%, apalagi ini akhir tahun kan orang-orang dapat bonus, biasanya dibeliin handphone,”ungkapnya.

Kata Evy, hingga akhir tahun ini perseroan bakal membuka kurang dari 10 gerai dan jumlah gerai TRIO sendiri hingga saat ini mencapai 1.100 gerai. Pembukaan gerai sendiri lambat karena serah terima dari mal sendiri yang telat, sehingga pembukaan gerai juga mengalami keterlambatan.

Tahun depan, perseroan berencana membuka 150 gerai. Pembukaan gerai tersebut untuk Trikomsel dan Global. Evy menuturkan, untuk pembukaan satu gerai toko mengeluarkan biaya hingga Rp1 miliar. Namun pembukaan gerai tersebut tergantung dari lokasi dan principal partner,”Setiap pembukaan gerai nilai investasi sekira Rp500 juta hingga Rp1 triliun, namun hal tersebut tergantung dari kriteria, seperti lokasi yang strategis atau dari partner kita," ungkapnya.

Ekspansi Ke Asia

Selain itu, perusahaan penjual dan distributor seluler ini juga berencana ekspansi bisnisnya hingga Asia. Pemilihan kawasan tersebut karena memiliki tipe pelanggan yang tidak berbeda dengan Indonesia.

Hingga saat ini perseroan telah mempertimbangkan rencana ekspansi tersebut, selain itu perseroan telah melakukan penjajakan tidak saja dari segi branding, tetapi memastikan keunggulannya."Kalau rencana ke luar negeri kita ke Asia dulu, mungkin sekitar Asean, karena kan tipe customer-nya juga tidak berbeda dengan di Indonesia," kata Evy Soenarjo.

Dia menuturkan, namun hingga kini perseroan lebih fokus di Indonesia, selain itu meliat dari pertumbuhan GDP Indonesia yang baik, ditambah dengan kebutuhan handphone di Indonesia juga penting, “Kita fokus dulu sama yang di Indonesia, apalagi bila kita pertumbuhan GDP Indonesia juga semakin bagus, sekarang kan handphone sudah jadi kebutuhan penting, ibaratnya seperti beras,"jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

Pemprov Banten Targetkan 2022 Bebas Permukiman Kumuh

Pemprov Banten Targetkan 2022 Bebas Permukiman Kumuh NERACA Serang - Pemerintah provinsi (Pemprov) Banten menargetkan pada 2022 bebas permukiman kumuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…