Pembubaran BP Migas Pengaruhi Harga Saham Energi

NERACA

Jakarta – Dampak dari pembubaran BP Migas atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memberi sentimen negatif bagi saham-saham berbasis energi, "Keputusan MK ini tentunya akan berdampak pada saham energi," kata analis Samuel Sekuritas Indonesia, Benedictus Agusng di Jakarta kemarin.

Menurutnya, dampak pembubaran BP Migas ini akan menyebabkan munculnya ketidakpastian regulator kontrak karya migas, meski akan lebih menguntungkan secara jangka panjang.

Sebaliknya, analis PT Mega Capital Investama Arifin menilai, pembubaran BP Migas oleh MK tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap pergerakan saham emiten minyak dan gas (migas) di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Tidak ada pengaruh terhadap emiten migas karena kontrak terus berjalan. Pengaruh signifikan adalah harga minyak dan gas bumi terhadap emiten migas,”ungkapnya.

Menurutnya, tidak terpengaruhnya saham energi terhadap dampak pembubaran BP Migas dikarenakan kontrak migas oleh emiten masih tetap berjalan. Adapun hal signifikan yang mempengaruhi pergerakan saham emiten gas yaitu harga minyak dan gas bumi.

Hal senada dikatakan pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu, saat ini memang sektor komoditas masih terjadi pelemahan. Adapun harga komoditas merupakan faktor signifikan yang berdampak signifikan terhadap emiten migas.

Sementara itu, pembubaran BP Migas dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap emiten migas, “Saya melihat tidak akan besar, saya melihat lebih ke harga komoditasnya sendiri. Saham-saham berbasis komoditas masih cukup rendah,”tegasnya.

Adapun saham-saham emiten migas antara lain saham PT Medco Energi Tbk (MEDC) bergerak stagnan di level Rp1.560 per saham dengan frekuensi 254 kali senilai Rp2,03 miliar pada perdagangan saham Rabu (14/11), saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) ditutup di level Rp84, sementar itu saham PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menguat 25 poin ke level Rp230 per saham pada perdagangan saham kemarin.

Sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang putusan terhadap permohonan uji materi UU Migas (minyak dan gas). Dalam putusan tersebut, MK menyatakan bahwa keberadaan BP migas menyalahi kontitusi. (bani)

BERITA TERKAIT

Harga Mobil CBU Honda Terpapar Pelemahan Kurs Rupiah

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang terjadi belakangan  ini berimbas pada naiknya…

Strategi Pemerintah Atasi Defisit Neraca Migas

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Djoko Siswanto membeberkan sejumlah strategi…

Mahaka Media Klaim Sentimen Positif Pasar - Harga Saham Melesat Tajam

NERACA Jakarta – Keluar masuknya saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dari suspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Bisnis Digital - Astra Hadirkan Tiga Platform Digital

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengembangkan bisnis digital diwujudkan dengan mendirikan usaha dibidang fintech. Memanfaatkan pertumbuhan…

Antam Mulai Operasikan Pabrik di Tayan

Memanfaatkan sisa di akhir tahun 2018, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam terus mengoptimalkan produksi dan menggenjot penjualan…

Lepas 22,57% Saham Ke Publik - Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public…