Rampungkan Masalah Hukum, Humpuss Targetkan Laba Tumbuh Positif

NERACA

Jakarta-Direktur Keuangan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, Budi Haryono mengatakan, pihaknya memproyeksikan akan kembali memperoleh laba positif dengan diselesaikannya permasalahan hukum terkait penyelesaian utang dan ganti keurugian yang dibebankan kepada perseroan, “Untuk setahun ini kami fokus menyelesaikan kewajiban pembayaran utang. Harapannya laba perseroan bisa menanjak dari nilai positifnya pada tiga tahun lalu yang berada di kisaran Rp300 miliar.” jelasnya di Jakarta kemarin.

Pencapaian tersebut, lanjut Budi didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini, khususnya adanya rencana perseroan untuk kembali melakukan pengembangan usaha di tahun depan. Menurut dia, sebenarnya sudah ada beberapa kontrak yang dikantongi perseroan namun terganjal permasalahan hukum tersebut. Karena itu, pihaknya akan segera melunasi seluruh utang perseroan, khususnya untuk tagihan yang masuk dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Budi mengatakan, proposal composition plan mengenai pelunasan utang untuk semua kreditur sudah ditandatangani oleh para kreditur. Hanya saja masih diperlukan pembahasan lebih dalam terkait verifikasi jumlah total utangnya pada 23 November mendatang.

Dari seluruh utang yang ditagih kepada Humpuss, kata Budi yang akan pertama kali diselesaikan adalah utang datang, yaitu utang untuk kreditor konkuren seperti kelompok rekanan, vendor, konsultan yang diperkirakan sudah dapat dilunasi pada November tahun depan.

Beban Utang

Pada kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Humpuss Intermoda Imran Nating menegaskan, pelunasan utang perseroan tidak perlu dikhawatirkan, “Terakhir kami sudah melakukan verifikasi, tanggal 23 voting dan kami harap tetap bisa putus pada 26 November nanti,” ujarnya.

Untuk hutang afiliasi lainnya termasuk dalam hal ini utang penyelesaian perkara atas putusan Pengadilan Singapura, menurut dia, akan diselesaikan dengan dua cara yaitu dengan cara tunai atau penawaran kepemilikan.

Imran mengatakan, di luar dari utang atas biaya sengketa dan penyelesaian perkara atas putusan Pengadilan Singapura, Humpuss mendapat tagihan dari sebanyak 55 kreditor dengan nilai hampir senilai Rp 1 triliun. Dari total kreditor tersebut, masih terdapat lima kreditor yang belum mencapai titik temu dalam pembahasan pelunasan utang salah satunya adalah tagihan pajak.

Sejauh ini, kata dia, perseroan sudah menyelesaikan tagihan pajak sekitar Rp 14 triliun dari total nilai Rp 21 miliar. Sisanya menurut dia masuk dalam sengketa pajak yang harus diselesaikan dengan mekanisme perpajakan.

Sementara Direktur Penilaian perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengatakan, pihaknya dapat mencabut suspensi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) apabila perseroan segera menyelesaikan permasalahan pelunasan utang-utangnya kepada para kreditor melalui proses Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran utang (PKPU). “Kalau PKPU sudah selesai maka bisa dibahas soal pencabutan suspensi,” ujarnya.

Suspensi yang dilakukan oleh manajemen bursa, kata Hoesen untuk menghindari perdagangan tidak wajar atas saham perseroan. Karena itu, BEI meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif Global - Laju IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/1) berhasil ditutup menguat 0,27% atau 17,73 poin di…

DPR: Pemohon Uji UU Telekomunikasi Tidak Berkedudukan Hukum

DPR: Pemohon Uji UU Telekomunikasi Tidak Berkedudukan Hukum NERACA Jakarta - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anwar Rachman,…

2019, Kemenkop Targetkan Bantu 2.500 Wirausaha Pemula

2019, Kemenkop Targetkan Bantu 2.500 Wirausaha Pemula NERACA Jakarta - Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menegaskan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Garap Proyek Berkonsep TOD - WIKA Realty Bidik Penjualan Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)…

Astra Beri Pinjaman Anak Usaha Rp 80,27 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Astra International Tbk (ASII) memberikan pinjaman kepada PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, anak usaha…

XL Rencanakan Rilis Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap I…