Mirror Trader-Tradency Berikan Kemudahan Bagi Investor - Kini Hadir di Indonesia

NERACA

Jakarta –Maraknya transaksi saham melalui online trading menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi perusahaan penyedia teknologi trading/broker forek, cfd, indeks saham dan termasuk Tradency salah satu pemain dalam teknologi online trading.

Marketing Representative Tradency untuk Indonesia, Vincent mengatakan, bisnis online trading di Indonesia cukup prospektif untuk bisa dikembangkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia, “Dengan potensi jumlah penduduk yang mencapai 255 juta, bisnis investasi melalui online trading di Indonesia sebenarnya bisa menjadi alternatif dalam membuka lapangan pekerjaan baru,”katanya di Jakarta, kemarin.

Namun lantaran masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang seluk-beluk bisnis online trading, membuat pertumbuhan bisnis ini masih jauh dari harapan. Padahal di sejumlah negara maju, bisnis online trading baik melalui forex, saham, CFD (Contract for Difference), dan emas sudah menjadi bisnis yang sangat menjanjikan."Dibanding Jepang, jumlah pertumbuhan trading di Indonesia jauh ketinggalan. Tapi meski begitu, antusiasme untuk berinvestasi melalui forex, saham, CFD, dan emas, tiap tahunnya terus tumbuh,”ungkapnya.

Maka melihat kondisi yang seperti ini, Tradency sebagai perusahaan penyedia teknologi meluncurkan Mirror Trader, social network platform teknologi trading pertama di dunia yang sangat berguna untuk forex, CFD, Gold, dan saham.

Kata Vincent, booming penggunaan Mirror Trader sebagai salah satu tools untuk online trading sangat luar biasa, contohnya, sejak diluncurkan November 2011 lalu di Jepang oleh Invast Securities, dalam waktu tujuh bulan, Invast Securities berhasil mendapatkan 20 ribu trader baru dengan deposit live account mencapai puluhan juta dollar.

Kecanggihan Teknologi

Dia menjelaskan, Mirror Trader, Tradency ini mengusung konsep social network yaitu memberi kesempatan atau mengundang setiap trader yang punya cara trading yang unik dan bisa menghasilkan profit ke dalam global strategy provider dan mereka bisa mensharing strategi trading dengan seluruh trader dunia, “Nantinya, hasil positif yang mereka capai akan terlihat dari besarnya jumlah follower client yang bisa dilihat dalam platform Mirror Trader,”ungkapnya.

Vincent juga menambahkan, Mirror Trader sendiri mengusung konsep yang sangat memudahkan bagi para trader professional maupun pemula untuk mempelajari dan mencermati peluang yang mereka miliki.

Selain itu, para trader bisa dengan mudah memilih strategi dan siapa trader yang layak dijadikan panduan untuk mendapatkan keuntungan dari transaksi “sell” atau “buy”, “Dengan Mirror trader, semua kegiatan ini bisa dilakukan dengan cara automatic, semi automatic, dan bahkan manual,”paparnya.

Trader yang menggunakan platform Mirror Trader akan sangat terbantu oleh sistem Mirror Trader sehingga keyakinan untuk melakukan trading semakin tinggi. Dari segi biaya, para trader tidak perlu lagi membeli robot trading yang mahal dan belum tentu menghasilkan profit, serta tidak perlu sewa server lagi. Menurut Vincent, terobosan baru yang diciptakan Tradency ini juga membuat trading yang kadang berada di wilayah abu-abu dan sering dimanfaatkan untuk meraup keuntungan oleh broker nakal kini menjadi sangat transparan dan canggih. "Broker-broker yang belum menggunakan system Straight Through Processing tidak dapat menerapkan platform ini karena platform ini bersifat independen, murni hi-tech trading platform,"tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaya Konstruksi Bagi Dividen Rp 53,8 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) memutuskan untuk…

Disambut Positif Pelaku Pasar Dubai - Indonesia Rayakan Listing Dua Sukuk Hijau

NERACA Jakarta - Penerbitan Sukuk hijau pemerintah Indonesia senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai mendapatkan respon positif dari pelaku…

Mengulik Pajak Royalti di Indonesia

  Oleh: Devitasari RSA, Staf Ditjen Pajak Kemenkeu Sempat heboh karena dijuluki sebagai “Bapak Loro Ati Nasional” di dunia maya,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Surya Semesta Siapkan Capex Rp 770 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp770 miliar pada…

Ketua DPR Dorong Perusahaan Go Public

Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

Tetapkan IPO Rp193 Persaham - Satyamitra Kemas Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta - PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) menetapkan harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp193 per saham. Harga penawaran umum…