Ironis Hanya 10% Invetor Handal Bermain Saham - Minim Edukasi

NERACA

Jakarta–Ambisi industri pasar modal meningkatkan kapitalisasi pasar tidak seimbang kualitas investornya. Pasalnya, dari 360 ribu jumlah investor yang ada hanya 10% yang benar paham industri pasar modal dan sisanya hanya ikut-ikutan.

Presiden Direktur Kresna Sekuritas Michael Steven mengatakan, saat ini investor pasar modal yang benar-benar memahami pasar modal dan handal dalam bermain saham paling besar baru 10%, sisanya ikut-ikutan, khususnya di online trading, “Edukasi investor merupakan satu hal yang sangat penting bagi pasar modal kita, sehingga kedepan investor bisa menjadi handal dan tidak terjelembab dalam melakukan kegiatannya,” katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, jika investor memiliki pengalaman dan pengetahuan, tentunya investor tidak sekedar mencari keberuntungan ketika bermain saham. Investor dinilai bisa memahami dan melihat trand top dan buttom harga-harga saham yang ada di-chart baik dari history maupun pemberitaan. “Dengan begitu investor bisa melihat dan mengetahui daerah batas beli dan jual barang (suplai zona dan demain zona),” ujarnya.

Dia juga menegaskan, tanpa edukasi yang memadai industri pasar modal di dalam negeri tidak akan tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Karena dengan edukasi yang memadai, pelaku pasar akan memiliki kedisiplinan, serta pengetahuan teknikal. “Dengan dana yang dimiliki, namun tidak memiliki pengetahuan yang memadai maka investor akan menjadi korban," ujarnya.

Untuk mendorong hal tersebut, dia mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan Online Trading Academy (OTA) menyelenggarakan workshop trading global market tentang saham future, forex, dan option.

Nantinya OTA akan membantu siswa (investor pemula maupun yang sudah lama) mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang trader atau investor sukses. Strategi utama OTA membentu para trader atau investor untuk mengidentifikasi perubahan market sebelum terjadi dengan akurasi tinggi.

Masih Positif

Sementara Instruktur perdagangan dari "Online Trading Academy" (OTA) Shamus O'Connor mengatakan, pasar modal Indonesia memiliki prospek positif dan cukup baik ke depan di tengah bayangan sentimen eksternal yang cenderung negatif, “Market Indonesia cukup baik, melihat sebelumnya saat terjadi krisis global di 2003, 2008 dan tahun ini pasar modal Indonesia cepat 'recovery',"ujarnya.

Dia menuturkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat anjlok cukup dalam, namun kondisi itu cepat berubah dan kembali terangkat.

Menurutnya, cukup cepatnya pemulihan harga saham di Indonesia tidak lepas dari investor yang memiliki edukasi. Namun sayangnya, hanya beberapa investor yang memiliki edukasi cukup baik.

Sentimen negatif global yang cukup kuat, kata Shamus O'Connor harus diantisipasi dengan edukasi kepada investor yang berkelanjutan. Investor harus dapat membaca tren grafik suatu saham sehingga dapat menentukan kisaran harga saham yang baik, “Dengan modal pengetahuan tren grafik, investor akan mampu bersaing dalam menentukan harga," paparnya.

Dia juga meminta, agar investor jangan cepat panik jika terjadi penurunan saham yang cukup signifikan karena hal itu dapat dijadikan waktu yang baik untuk masuk menempatkan modal, “Posisi harga saham naik maupun turun itu sama saja, kita harus bisa melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan,"tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

Cikarang Listrindo Siapkan US$ 20 Juta - Rencanakan Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berencana pembelian kembali saham atau buyback…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…