“Para Wanita Jangan Tergiur Jadi TKW” - Inggrid Kansil, Anggota Komisi VIII DPR RI

Sukabumi - Anggota Komisi VIII DPR RI Inggrid MP Kansil menghimbau agar para wanita tidak tergiur untuk bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga kerja Wanita (TKW). Peluang berusaha di negeri sendiri masih banyak. Salah satunya program kelompok usaha bersama (Kube) yang digelontorkan pemerintah.

“Masih banyak peluang berusaha di tanah air. Tak perlu menjadi TKI atau TKW. Pemerintah telah menggelontorkan berbagai program, salah satunya Kube. Manfaatkan Kube, dan jadilah wanita mandiri,” himbau Inggrid, seusai sosialisasi amandemen UUD 1945 di Hotel Idaman Sukabumi, beberapa waktu lalu.

Dengan berusaha, tandas isteri Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan itu, kaum hawa akan terlepas dari permasalahan yang mendera pada TKW. “Sudah banyak wanita yang maju dengan Kube. Kabupaten Sukabumi salah satu daerah terbesar penyumbang TKW. Mari kita rubah dengan berusaha,” ajak Inggrid.

Inggrid menyebutkan, sebagai wakil rakyat yang membidangi tenaga kerja, dirinya akan terus memperjuangkan hak para pekerja. “Dan saya akan terus mengajak para kaum ibu atau wanita untuk melakukan usaha mandiri. Soal permodalan, pemerintah sudah meyediakannya. Apabila pemerintah mempersulit pemberian bantuan melalui Kube khususnya, silakan laprokan kepada Kementerian Sosial, atau ke komisi VIII,” tegas dia.

Salah satu upaya dirinya untuk memajukan para mantan TKW adalah melibatkan para mantan TKW itu dalam upaya pemberdayaan ekonomi. “Sedangkan bagi para TKW yang berhasil dan memiliki modal, kami mengajak untuk mengembangkan usaha, agar tidak kembali menjadi TKW,” papar anggota DPR RI dri daerah pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi ini,

Agar para wanita ini mampu bersaing dalam dunia usaha, kata dia, pemerintah telah mempersiapkan formula pengembangan kemampuan dan keahlian. “Keahlian ini bisa menjadi modal utama mengembangkan diri, usaha, serta menjadi tutor bagi kaum wanita lainnya. Dan pemerintah pun kini tengah membatasi ruang gerak bagi wanita yang tidak memiliki keahlian untuk menjadi TKW. Karena pemerintah takut mereka akan menjadi korban kekerasan. Sehingga perlu pencegahaan secara dini,” tutur Inggrid.

BERITA TERKAIT

Komisi IX: BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat

Komisi IX: BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat NERACA Jakarta - Mengawasi ribuan produk obat, kosmetik dan makanan yang beredar…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

Samsung Bantu Kembangkan Pengrajin Anyaman Lontar - Bangun Kemandirian Para Mama di Pulau Solor

Menjaga kearifal lokal dalam pengembangan wirausaha kerajinan pohon lontar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong PT Samsung Electronics Indonesia…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Kejaksaan Agung Amankan 130 Buronan

Kejaksaan Agung Amankan 130 Buronan NERACA Jakarta - Kejaksaan Agung melalui Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 dari Januari sampai dengan…

MA Ajak Media Wujudkan Badan Peradilan Agung

MA Ajak Media Wujudkan Badan Peradilan Agung  NERACA Bogor - Mahkamah Agung (MA) terus berupaya mewujudkan badan peradilan Indonesia yang…

BPOM : Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi

BPOM : Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan Susu Kental Manis…