Penerapan SNI Bakal Tingkatkan Daya Saing Produk

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya menuturkan pada tahun ini sebanyak 120 perusahaan mendaftar untuk mengikuti SNI Award, artinya meningkat dari tahun lalu sebanyak 86 perusahaan.

“SNI Award diberikan sebagai penghargaan tertinggi dari pemerintah atas perjuangan dan kerja keras para pelaku usaha dalam membangun dan menggerakkan perekonomian Indonesia dengan SNI,” ujar Bambang sesaat sebelum menyerahkan SNI Award pada acara SNI Award di Balai Kartini, Jakarta, akhir pekan lalu.

Bambang menambahkan penghargaan ini juga menjadi simbol patriot dan pejuang ekonomi Indonesia. Dalam hal ini, mereka adalah pihak yang sangat menghargai standar dalam negeri sendiri, yakni SNI.

Sekerdar diketahui publik, sambungnya, beberapa aspek yang dinilai untuk SNI AWARD antara lain, kinerja organisasi (kepemimpinan dan manajemen, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, dan pengelolaan produk), kepedulian terhadap SNI (kebijakan organisasi di bidang standardisasi, penerapan standar, pengembangan standar, edukasi, dan promosi SNI), serta hasil bisnis (kapasitas perusahaan, prospek usaha, dan kinerja keuangan perusahaan.

“SNI Award bukanlah ajang untuk mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan sebuah metode bagaimana ajang ini bisa meningkatkan kinerja perusahaan dan tumbuh berkembang, serta menjadi organisasi yang mampu bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengungkapkan program SNI ini sangat baik sekali dalam meningkatkan daya saing Indonesia, dan bagi perusahaan yang mendapatkan nominasi perlu diperkenalkan terus lewat berbagai media sehingga produk-produk mereka bisa dikenal.

Penyelenggaraan SNI Award merupakan yang ke- 8 kalinya dilakukan semenjak tahun 2005. Para pemenang merupakan hasil seleksi dan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari para professional dan tokoh masyarakat yang memahami kinerja organisasi dan penerapan standar. Dewan Juri telah ditunjuk oleh BSN, mereka terdiri dari Prof. Rhenald Kasali, Ph.D; Ketua, Didie B Tedjosumira; Wakil Ketua, Suprapto; dan anggota yang terdiri dari 14 orang.

Penerima SNI Award diharapkan menjadi role model dan pendorong bagi perusahaan/organisasi lain dalam menerpakan SNI untuk meningkatkan daya saing. Sebab penghargaan SNI Award bukanlah ajang untuk mencari siapa yang “kalah atau menang”. Melainkan sebuah metode bagaimana ajang ini bisa meningkatkan kinerja perusahaan dan tumbuh berkembang, serta menjadi organisasi yang mampu bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Unsur kompetisi dalam SNI adalah untuk mencari keunggulan masing-masing perusahaan yang telah menerapkan SNI secara konsisten.

Berikut daftar penerima SNI Awards 2012, yaitu Penerima Anugerah SNI AWARD 2012 Kategori Perusahaan/Organisasi Kecil Jasa adalah PT Invarr Indonesia berlokasi di Bogor. Bergerak dibidang Jasa Konsultasi Sistem Manejemen,Penerima Anugerah SNI AWARD 2012 Kategori Menengah Jasa adalah PT Gapura Angkasa kantor Cabang Bandara Sultan Hassanudin berlokasi di Sulawesi Selatan bergerak dibidang jasa Ground Handling Service, Penerima Anugerah SNI AWARD 2012 Kategori Besar jasa adalah PT Gapura Angkasa Soekarno Hatta berlokasi di Tanggerang bergerak dibidang jasa Ground Handling Service.

Sementara Penerima Anugerah SNI AWARD 2012 Kategori Perusahaan Kecil Barang adalah CV ATS berlokasi di Makasar. Produsen garam konsumsi beryodium,Penerima Anugerah SNI AWARD 2012 Kategori Perusahaan Menengah Barang adalah PT Gunung Subur Sejahtera. Produsen Teh, kopi, jahe,Penerima Anugerah SNI AWARD 2012 Kategori Perusahaan Besar adalah PT Pertamina (Persero) Unit Lubricants. Kemudian, terakhir, produsen barang pelumas pertamina.

BERITA TERKAIT

Phapros Bakal Tercatat di Papan Utama BEI

Emiten farmasi, PT Phapros Tbk akan segera menjadi perusahaan tercatat di papan utama perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu…

Pasar Ekspor Meningkat - KPAS Tingkatkan Kapasitas Produksi 300%

NERACA Jakarta – Tahun depan, emiten produsen kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) berencana meningkatkan kapasitas produksi sebesar 300% menjadi…

Pemkot Palembang Bakal Kenai Pajak "Restoran Tenda"

Pemkot Palembang Bakal Kenai Pajak "Restoran Tenda" NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bakal mengenai pajak restoran-restoran tenda yang…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kampus Diminta Gelar Lokakarya Penumbuhan Wirausaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru karena ikut berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian…

Insinyur Perlu Berkontribusi Ciptakan Inovasi

NERACA Jakarta – Insinyur dinilai berperan penting dalam menyukseskan penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia melalui penguasaan teknologi terkini. Hal…

Sektor Riil - Komplek Petrokimia Senilai US$3,5 Miliar Dibangun di Cilegon

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk semakin memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor…