Akhir Tahun, Penjualan Mitra Adi Perkasa Capai Rp 7 Triliun

NERACA

Jakarta – Jelang tutup tahun, PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) memperkirakan dapat mencatatkan penjualan mencapai Rp7 triliun pada akhir tahun 2012. Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adi Perkasa Tbk, Fetty Kwartati mengatakan, dirinya optimis penjualan akhir tahun bisa mencapai Rp 7 triliun, “Hingga September 2012, penjualan tumbuh 29% pada akhir tahun. Kami menjaga penjualan sekitar 25% apalagi kuartal keempat penjualan kami sangat kuat didukung dari libur Natal dan Tahun Baru,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, target penjualan akhir tahun sesuai dengan buttom line dan akan inline dengan pendapatan. Selain itu, hingga September 2012 pendapatan perseroan mencapai Rp5,44 triliun dari periode sama sebelumnya Rp4,21 triliun.

Sedangkan laba bersih perseroan mencapai Rp282,42 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp226,97 miliar. Sementara untuk realisasi belanja modal hingga September mencapai Rp 600 miliar dari proyeksi belanja modal sekitar Rp650 miliar pada akhir tahun 2012. Belanja modal tersebut telah digunakan untuk penambahan gerai perseroan.

Tahun depan, kata Direktur Mitra Adi Perkasa Susiana Latif, perseroan mengganggarkan belanja modal sekitar Rp600 miliar dari anggaran belanja 2012 sekitar Rp650 miliar. Dana belanja modal yang diperoleh dari kas internal, pinjaman bank, dan obligasi tersebut akan digunakan untuk penambahan tiga department store seluas 75 ribu meter persegi, dua diantaranya di Jakarta dan Medan. Selain untuk penambahan speciality store dan food and beverage.

Perseroan juga menargetkan pendapatan 2013 mencapai 20%-25%. Kontribusi pendapatan akan didukung dari penambahan gerai dan gerai yang sama. Alasannya, perseroan melihat pertumbuhan industri ritel tahun 2013 sekitar 15% secara umum. Sedangkan dilihat secara historis, perseroan mencatatkan rata-rata pertumbuhan sekitar 20%-25% dalam delapan tahun.

Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari Jawa yang mencapai 80%, khususnya di Jakarta. Perseroan memprediksikan kontribusi pendapatan terbesar masih dari Jawa pada 2013. Namun, pihaknya sudah mulai melakukan ekspansi di luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Hingga Oktober 2012, perseroan mengoperasikan 1.266 gerai ritel di 42 kota di Indonesia. Perseroan mencatatkan pendapatan mencapai Rp5,44 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp4,21 triliun.

Terbitkan Obligasi

Selain itu, perusahaan ritel ini juga menerbitkan obligasi dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 milyar. Untuk obligasi ini, perseroan menawarkan kisaran kupon bunga obligasi berkelanjutan I MAPI tahap I tahun 2012 di kisaran 7,50%-8,75%.

Penawaran obligasi seri A berjangka waktu tiga tahun di kisaran 7,50%-8,50%. Sementara itu, obligasi seri B berjangka waktu lima tahun di kisaran 7,75%-8,75%. Menurut Direktur PT Mandiri Sekuritas Donny Arsal, saat ini tingkat bunga paling rendah untuk kupon, referensi turun mengingat obligasi pemerintah juga turun, “Maka tingkat bunga yang ditawarkan MAPI ini cukup menarik," ujarnya.

Penawaran obligasi ini akan ditawarkan kepada investor dalam negeri, seperti investor dana pensiun, bank, dan aset management. Perseroan menawarkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan dengan target dana sebesar Rp1,50 triliun. Pada tahap pertama, Perseroan akan menawarkan obligasi berkelanjutan I PT Mitra Adi Perkasa Tbk tahap I tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap senilai Rp500 miliar.

Dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan kembali obligasi yang ada saat ini dan memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan. Dana penerbitan obligasi tersebut sekitar Rp296 miliar akan digunakan untuk pembayaran penuh atas jumlah pokok obligasi PT Mitra Adi Perkasa Tbk tahun 2009 seri A berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga sebesar 12,25% yang jatuh tempo pada 16 Desember 2012.

Selain itu, dana penerbitan obligasi untuk membayar sisa imbalan sukuk ijarah PT Mitra Adi Perkasa Tbk tahun 2009 seri A berjangka waktu 3 tahun yang jatuh tempo pada 16 Desember 2012 senilai Rp66 miliar. Sisa penerbitan obligasi akan digunakan untuk modal kerja antara lain pembayaran atas pembelian barang dagangan, gaji karyawan, dan administrasi.

Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai wali amanat. (bani

BERITA TERKAIT

Tarif JORR Naik Mulai Akhir September 2018

    NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan berbagai perubahan tarif terkait…

WSBP Bukukan Pendapatan Rp 5,02 Triliun

NERACA Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pendapatan usaha hingga per Agustus 2018 sebesar Rp 5,02 triliun.…

Penjualan Marga Abhinaya Terkoreksi 50%

NERACA Jakarta - PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) membukukan penjualan dan pendapatan di semester pertama 2018 turun 50% menjadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…