Pasca Libur Panjang, Indeks Masih Pertahankan Penguatan

NERACA

Jakarta – Keberhasilan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu pekan kemarin yang berhasil menguat ke level 4.351 poin jelang libur panjang akan terus berlanjut diawal pekan ini.

Indeks sendiri diperkirakan akan bergerak di level 4.351-4.353. Laporan keuangan kinerja emiten jelang akhir tahun menjadi sentimen positif terhadap pergerakan indeks BEI. Sebagaimana diketahui, indeks BEI Rabu pekan kemarin ditutup menguat 19,200 poin (0,44%) ke level 4.351,284. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,636 poin (0,49%) ke level 748,278.

Laju penguatan IHSG bisa lebih kencang jika tidak terhambat oleh aksi ambil untung yang dilakukan investor di saham-saham unggulan. Penguatan ditopang banyaknya aksi beli di saham-saham lapis dua.

Analis e-trading Securities Andrew Argado mengatakan, saham-saham kapitalisasi besar di sektor perbankan mendorong peningkatan IHSG pada Rabu pekan kemarin,”Saham perbankan menjadi penggerak indeks BEI ditutup terangkat hingga membuat poin rekor baru di posisi 4.351 poin,"katanya.

Dia menambahkan, Yunani yang mendapatkan dana talangan untuk membayar utang jatuh temponya cukup dinilai positif pelaku pasar. Namun demikian, kabar itu merupakan bagian dari rencana lama. "Cukup positif karena sudah dilakukan hal teknis untuk keluar dari krisis bagi Yunani," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, keberhasilan IHSG menguat jelang libur panjang akhir pekan didorong oleh aksi beli pada saham "second liner" menjelang penutupan.

Dia menambahkan, investor regional juga tampak merespon positif akan spekulasi Spanyol segera meminta dana bantuan. Dan kabar itu juga yang menekan turun yield obligasi Spanyol.

Transaksi perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 129.079 kali pada volume 5,45 miliar lembar saham senilai Rp 4,597 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 117 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di regional mengakhiri perdagangan dengan bergerak mixed cenderung menguat. Meski banyak sentimen negatif, hanya bursa saham Singapura yang masih terjebak di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 140.000, Adira Finance (ADMF) naik Rp 900 ke Rp 12.000, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 395 ke Rp 2.225, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 350 ke Rp 8.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 38.950, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 46.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.600, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) turun Rp 200 ke Rp 5.000.

Perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 6,650 poin (0,15%) ke level 4.338,734. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,725 poin (0,23%) ke level 746,367. Indeks berhasil menghindari zona merah sejak awal perdagangan, namun mulai adanya aksi ambil untung membuat laju penguatan IHSG sedikit melambat. Posisi tertinggi yang sempat disinggahi indeks di level 4.360,263.

Aksi ambil untuk terjadi di saham-saham unggulan berbasis komoditas. Investor memilih berburu saham-saham unggulan berbasis finansial. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.613 kali pada volume 2,506 miliar lembar saham senilai Rp 1,862 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 6,58 poin atau 0,15% ke posisi 4.338,66. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,68 poin (0,23) ke level 746,32,”Mayoritas bursa Asia termasuk IHSG BEI bergerak menguat tipis sejak awal perdagangan Rabu," kata analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung.

Meski demikian, belum adanya kesepakatan dalam pertemuan kongres AS yang mulai dilakukan tadi malam terkait solusi untuk menghindari "fiscal cliff" akan membayangi pergerakan perdagangan saham di BEI hari ini.

Oleh karena itu, dia sempat memperkirakan, indeks BEI akan "sideways" dengan kecenderungan melemah seiring investor lebih memilih untuk "wait and see" mengantisipasi libur panjang akhir pekan.

Di sisi lain, dikatakan dia, keputusan Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan BP Migas akan memberi sentimen negatif bagi saham-saham berbasis energi seiring munculnya ketidakpastian regulator kontrak karya migas, meski secara jangka panjang akan lebih menguntungkan.

Kata Purwoko Sartono, investor masih "wait and see" terhadap hasil pembicaraan "fiscal cliff" AS. Pelaku pasar mengharapkan, AS mampu menghindari "fiscal cliff".

Karena itu, dirinya memproyeksikan, melihat kondisi eksternal yang masih dibayangi sentimen negatif diperkirakan IHSG akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.300-4.350 poin pada Rabu akhir pekan kemarin, “Selain faktor eksternal, libur panjang pada diperkirakan juga akan memicu pemodal mengamankan keuntungannya," tandasnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Rabu pekan kemarin dibuka menguat 156,04 poin (0,74%) ke level 21.344,69, indeks Nikkei-225 naik 12,44 poin (0,14%) ke level 8.673,49, dan Straits Times melemah 18,40 poin (0,61%) ke level 2.989,17. (bani)

BERITA TERKAIT

Stabilitas Rupiah Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menilai stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang…

BPS: NPI Masih Defisit di Agustus 2018 - MESKI EKSPOR TUMBUH, LAJU IMPOR LEBIH DERAS

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia (NPI) sepanjang Agustus 2018 mengalami defisit sebesar US$1,02 miliar, menurun sedikit…

Ombudsman Masih Temukan Indikasi Maladministrasi di Sukamiskin

Ombudsman Masih Temukan Indikasi Maladministrasi di Sukamiskin NERACA Bandung - Ombudsman Republik Indonesia masih menemukan adanya indikasi maladministrasi di Lembaga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…