Tahun Depan BEI Rilis Aturan Soal DIRE

NERACA

Jakarta – Hadirnya produk investasi yang diluncurkan Ciptadana Aset Manajemen berupa dana investasi real estate (DIRE) dengan underlying aset properti disambut positif oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, menyambut baik produk investasi DIRE dan karena itu akan membuat aturan dasar pencatatan DIRE tersebut, “Saat ini kita belum memiliki pengaturan dasar pencatatan DIRE ini dan diharapkan awal tahun aturan dasar pencatatan DIRE bisa selesai,"katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, produk DIRE tersebut kedepannya bisa dibuat seperti reksa dana yang diperdagangkan di pasar modal melalui pasar ETF (exchange trade fund). Selain itu, produk ini diharapkan akan bisa menggairahkan pasar saham.

Tidak hanya itu saja, produk ini juga akan memberi peluang kepada emiten properti untuk menciptakan produk baru. Sebab selama ini perusahaan properti Indonesia itu mencatatkan DIRE (REITs/Real Estate Investment Trust) di Singapura.

Oleh karena itu, BEI sedang bekerja keras untuk memungkinkan pencatatan REITs ini di pasar domestik. Nantinya untuk persyaratannya sama dengan aturan untuk pencatatan sebuah perusahaan. Tapi nanti produknya bukan perusahaan tapi kontrak. “Kita usahakan untuk bisa dilakukan pencatatannya. Karena ini kan hanya masalah persyaratan aturan saja,"tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Ciptadana Asset Management (CAM), Paula Rianty Komaruddin pernah bilang, investasi dari produk DIRE Ciptadana memberikan potensi keuntungan dari pertumbuhan sektor ritel dan properti di Indonesia. Selain itu, potensi keuntungan lain adalah berupa capital gain, penghasilan sewa menyewa, serta pembagian hasil investasi setiap 3 bulan.

DIRE Ciptadana merupakan produk investasi dengan penyertaan unit aset Solo Grand Mall, yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Untuk produk investasi baru ini, CAM menargetkan dana kelolaan maksimal sebesar Rp420 miliar.

Nilai dana kelola tersebut, lanjut dia masih akan mengalami peningkatan di tahun depan, tergantung akusisi mall yang akan dilakukan perusahaan. “Setelah ini listed, kami mengincar beberapa mall untuk diikutsertakan dalam penyertaan DIRE.” ujarnya.

Menurutnya, dibutuhkan proses yang cukup panjang untuk melobi pihak yang berkeinginan untuk mengikutsertakan aset properti melalui penyertaan pada DIRE ini. “Pajak memang menjadi salah satu hal yang memberatkan. Kita mengadakan pendekatan kepada pemilik mall cukup lama sehingga baru terealisasi sekarang ini.” jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Konflik Jababeka, BEI Belum Tentukan Sikap

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan belum mengambil sikap soal penolakan tiga kontraktor PT Kawasan Industri Jababeka…

Pengusaha Minta Aturan Super Deductible Tax Diperjelas

NERACA Jakarta – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GPMMI) Adhi Lukman meminta pemerintah memperjelas aturan mengenai insentif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (Financial Technology)  kini bukan hal yang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…

Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun - Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang…