Akhir Tahun, Saham Consumer Goods Layak Dikoleksi

NERACA

Jakarta- Terjadinya peningkatan konsumsi domestik yang ditopang oleh faktor fumdamental perseroan melalui inovasi produk baru mendorong beberapa saham consumer goods menjadi salah satu saham yang patut dilirik investor sampai dengan akhir tahun 2012.

Pengamat dari Equator Securities, Gina Novrina Nasution mengatakan, saham-saham consumer goods selalu mengalami penguatan (rebound) jelang akhir tahun. Selain faktor historis, lanjut dia window dressing menjadi katalis menanjaknya saham-saham di sektor consumer goods. “Meskipun di November ini, ada beberapa saham yang masih dalam tekanan jual sehingga memasuki tren turun, tetapi pada Desember sudah kembali masuk tren naik,” jelasnya di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, saham consumer good seperti PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI) pada perdagangan kemarin menguat Rp50 (0,86%) ke posisi Rp5.850 per saham. PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP) stagnan di Rp7.250. Sementara untuk PT Mayora Indah (MYOR) melemah Rp150 (0,73%) ke posisi Rp20.350.

Kata Gina, saham-saham consumer goods sejauh ini mendapat dukungan positif, yaitu melalui inovasi produk-produk baru yang akan dikeluarkan perseroan. Hal tersebut seperti yang dilakukan emiten MYOR yang dapat mendongkrak kinerja perseroan dengan dukungan produk baru.

Untuk beberapa emiten, lanjut dia, mendapat dukungan dari penurunan harga komoditas secara umum, baik untuk harga bahan dasar atau bahan bakunya seperti yang terjadi pada emiten ICBP. Saat ini, tren harga Crude Palm Oil (CPO) yang justru mengalami penurunan sehingga tidak perlu menaikkan harga jualnya. Begitu juga emiten ROTI yang harga bahan baku gandumnya juga cenderung turun.

Menurutnya, penurunan harga komoditas itu justru akan mendongkrak laba emiten consumer goods meskipun tipis karena bahan dasar yang mereka beli menjadi murah. Dari sisi Price to Earnings Ratio (PER), lanjut Gina, untuk ROTI memang cenderung tinggi, namun harga sahamnya cukup stabil dan tidak mengalami penurunan yang signifikan, terlebih PER ROTI yang sangat tinggi di level 51 kali.

Dinilai Atraktif

Sementara dilihat dari pergerakan harga sahamnya, untuk emitemn ICBP dinilai lebih fluktuatif sehingga cukup atraktif bagi pemodal. “Pasar melihat pergerakan harga saham ICBP lebih volatile meskipun dari sisi PER lebih mahal, yaitu 23 kali dibandingkan INDF sebagai holdingnya yang hanya mencatatkan 23 kali,” jelasnya.

Tren ICBP menurut Gina masih akan mengalami peningkatan dalam periode November-Januari dalam kisaran support Rp6.700 dan resistance Rp7.700. Karena itu dia menyarankan investor untuk membeli saham ICBP pada saat harganya rendah.

Adapun PER MYOR, menurut Gina berada di level rata-rata industrinya 28 kali. Secara teknikal, saham MYOR saat ini dalam tekanan jual hingga target level support Rp19.000 dan resistance Rp22.000 hingga akhir tahun. Sedangkan kisaran support-resistance untuk November di level Rp5.400 hingga Rp6.200, MYOR cenderung stabil. “Saya rekomendasikan buy on Weakness untuk MYOR,” ujarnya.

Untuk saham ROTI secara teknikal bulanan, Gina memproyeksikan, tren pergerakan harganya akan cenderung turun dengan support di Rp5.300 dan resistance Rp6.300. “Meski sempat mencapai level tertinggi Rp6.800 tapi hingga akhir tahun mungkin hanya mencapai Rp6.300,” tandasnya.

Hanya saja, Gina melihat prospek fundamental untuk ROTI sangat baik. Untuk ROTI dia rekomendasikan untuk investasi jangka panjang karena secara fundamental ROTI cukup baik dan ke depan diharapkan pembagian dividen dapat menjadi andalan selain capital gain dari pergerakan harga sahamnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Dirut Mayora Tambah Porsi Saham

Pertebal portofolio investasi, Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Andre Sukendra Atmadja menambah kepemilikan saham pada emiten yang bergerak…

Mengadopsi Kesuksesan di Jepang - OJK Inisiasi Nabung Saham Bagi Anak-Anak

NERACA Jakarta – Perluas basis investor domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus giat melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal dan…

Lewat Tol Trans Jawa, Angkutan Logistik Layak Disubsidi

  NERACA Jakarta - Tarif angkutan logistik tertentu di jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa dinilai layak disubsidi sebagai solusi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…