Lepas Saham Hero, Dairy Farm Kantongi Dana Rp 1,37 Triliun - Tingkatkan Saham Publik

NERACA

Jakarta- Mulgrave Corporation BV yang dikendalikan oleh Dairy Farm International melepas 444,05 juta saham PT Hero Supermarket Tbk (HERO) atau sekitar 13,48% dari seluruh modal disetor HERO. Dalam pelepasan saham tersebut, perseroan mematok harga sebesar Rp3.100 per lembar saham.

Direktur Mulgrave Corporation BV, Judith Hope menyampaikan, dari hasil penjualan saham HERO tersebut, perseroan diperkirakan dapat meraih total dana sebesar Rp1,37 triliun. Tujuan pejualan saham tersebut, lanjut Judith adalah sebagai langkah divestasi dan meningkatkan jumlah pemegang saham publik. “Setelah dilakukannya transaksi, Mulgrave memiliki 2.660.194.960 saham HERO yang merupakan 80,75% dari seluruh modal disetor HERO.” Ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Dairy Farm saat ini tercatat sebagai pemegang saham pengendali Hero dengan kepemilikan 94,2%. Sementara sisa saham tersebut dikuasai publik. Pihaknya mencatat, telah mengoperasikan sebanyak 5.500 unit gerai ritel di beberapa negara Asia dengan total karyawan mencapai 90 ribu orang.

Sejauh ini, perseroan mengoperasikan supermarket, hipermarket, toko kesehatan dan kecantikan, convenience store, toko furnitur, dan restoran dengan beberapa merek dagang terkemuka. Gerai-gerai ritel Dairy Farm sampai saat ini ada di beberapa negara seperti Hong Kong, China, Makau, Taiwan, Singapura, India, Kamboja, Filipina, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Brunei Darussalam dengan total penjualan mencapai US$10 miliar pada 2011.

Dairy Farm tercatat di Bursa Efek London, Bursa Efek Bermuda, dan Bursa Efek Singapura. Dairy Farm tergabung dalam Jardine Matheson Group, yang juga pemegang saham mayoritas PT Astra International Tbk (ASII), emiten berkapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kinerja Perseroan

Asal tahu saja, pada kuartal ketiga 2012 HERO berhasil mencatat laba Rp 222 miliar. Pencapaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 18% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp188,08 miliar. Penguatan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 19,2 % menjadi Rp7,83 triliun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp6,57 triliun.

Presiden Direktur Hero Philippe Broianigo sebelumnya mengatakan, penguatan kinerja perseroan ditopang peningkatan penjualan dan produktivitas. “Penjualan pada kuartal ketiga 2012 menjadi kontributor utama pendapatan dan laba bersih perseroan.” ujarnya.

Perseroan mencatat, hingga kuartal ketiga 2012, aset perseroan mengalami peningkatan sebesar 21,9% atau menjadi Rp814,7 miliar dengan total liabilitas yang juga meningkat 25,8% menjadi Rp593 miliar. Terjadinya peningkatan tersebut, kata Philippe, didorong oleh gencarnya ekspansi perusahaan dengan membuka gerai baru yang menopang peningkatan persediaan dan aset tetap masing-masing sebesar Rp261 miliar dan Rp402 miliar.

Dari pencapaian tersebut, perseroan tercatat telah mengoperasikan 44 gerai Giant hipermarket, 132 gerai Hero dan Giant supermarket, 252 gerai toko kesehatan dan kecantikan Guardian, dan 145 gerai Starmart convenience store. Rencananya, perseroan akan terus menggelar ekspansi, salah satunya adalah dengan menghadirkan IKEA, toko produk furnitur di Indonesia pada tahun 2014. (lia)

BERITA TERKAIT

Menteri PANRB: Kepercayaan Publik Jadi Elemen Penting Penegakan Hukum

Menteri PANRB: Kepercayaan Publik Jadi Elemen Penting Penegakan Hukum NERACA Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Hongkong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI

    NERACA   Jakarta - Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hongkong, Law Chi Kwong mengunjungi Indonesia dengan misi bertukar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…