Citibank Indonesia Tawar Pembelian Obligasi Lehman Brothers ke Nasabah

NERACA

Jakarta - Citibank Indonesia menawarkan skema penawaran pembelian produk surat utang (obligasi) Lehman Brothers yang dimiliki nasabah Citibank Indonesia dengan cara pembayaran tunai sebesar 70% dari nilai investasi awal pembelian obligasi, lalu dikurangi kupon yang telah dibayarkan kepada nasabah. Penawaran ini sekaligus merupakan kesempatan bagi nasabah untuk mendapatkan penyelesaian.

Nilai investasi awal seluruh nasabah pada surat utang itu sebesar US$50.000. Head of Retail Invesment and Consumer Treasury Citibank Indonesia, Harsya Prasetyo, mengatakan penawaran ini berlaku bagi nasabah yang melakukan pembelian surat utang melalui Citibank Indonesia. Hal ini terbuka mulai dari 13 November sampai 12 Desember 2012 pukul 17.00 WIB, dan nasabah yang berhak serta memenuhi ketentuan yang berlaku juga diberitahukan melalui surat langsung.

Harsya juga menilai pihaknya berharap 100% nasabah yang masih memegang surat utang tersebut bersedia menerima penawaran dari Citibank Indonesia. “Langkah yang kami ambil bukan sebatas spekulasi untuk mengambil keuntungan bahwa Lehman Brothers akan membayar klaim nasabah dalam waktu dekat. Tapi ini murni untuk memuaskan nasabah. Bahkan, kami tahu nilai efek dari surat utang ini maksimal hanya 21% dari prinsipal,” tutur dia di Jakarta, Selasa (13/11).

Lebih lanjut dirinya menuturkan, penawaran kepada nasabah Citibank tersebut bukan merupakan kewajiban bagi perusahaan, namun sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan nasabah. Apalagi mereka sudah menunggu sekitar empat tahun untuk mendapatkan penyelesaian dari proses ditutupnya perusahaan Lehman Brothers.

“Kami juga sudah menyampaikan terlebih dahulu kepada Bank Indonesia atas rencana pembelian surat utang dari nasabah tersebut,” tambahnya. Memang, sejak kejatuhan Lehman Brothers pada September 2008 lalu, Citibank Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk membantu nasabahnya.

Yakni dengan memberikan informasi secara berkesinambungan mengenai perkembangan proses kepailitan Lehman Brothers dan mengajukan solusi kepada nasabah. Juga, belum lama ini, bank tersebut juga membantu dalam mengajukan klaim atas nama nasabah di Pengadilan Niaga AS (U.S. insolvency proceedings).

Penawaran pembelian dari Citibank Indonesia ini diharapkan dapat memberikan solusi yang cukup menguntungkan bagi semua pihak terkait. Penawaran ini juga berupaya menghapus ketidakpastian yang dihadapi nasabah Citibank di Indonesia akibat proses hukum Lehman Brothers yang panjang dan rumit.

Consumer Business Manager Citibank Indonesia, Joel Kornreich, mengakusenang dapat memberikan solusi yang positif kepada nasabah. Saat ini, sudah ada kejelasan bahwa jumlah yang dapat diperoleh kembali akibat kejatuhan Lehman Brothers ketika proses pailit selesai, memiliki nilai yang cukup kecil.

“Kami kemudian menawarkan nilai pembelian yang lebih tinggi sebagai dukungan dan terima kasih kami atas kesetiaan dan kesabaran nasabah kami selama ini. Seluruh nasabah Citibank Indonesia pemegang obligasi Lehman Brothers yang berhak dan memenuhi ketentuan yang berlaku, kami hubungi secara langsung mengenai tata cara penawaran pembelian ini,” tambahnya. Sementara Citi Country Officer Indonesia, Tigor M Siahaan menjelaskan, nasabah merupakan prioritas utama dan penawaran ini dilakukan demi melindungi kepentingan mereka. [ria]

BERITA TERKAIT

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan…

Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018 menjadi enam persen,…

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…