Laba Bersih Mega di Atas Rp1 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bank Mega Tbk membukukan laba bersih tumbuh sebesar 78,7% dari Rp587 miliar pada triwulan III 2011 menjadi Rp1,05 triliun pada triwulan III 2012. Dari sisi aset, Bank Mega juga mencatat kenaikan sebesar 18,4%, dari Rp49,9 triliun menjadi Rp59,2 triliun.

Di bidang penyaluran kredit, sedikit mengalami penurunan sebesar 1,3%, dari Rp29,7 triliun menjadi Rp29,3 triliun. Hal ini terutama dikarenakan adanya penurunan portofolio joint financing credit. Penyebabnya dengan perubahan peraturan uang muka kredit kendaraan bermotor dari Bank Indonesia.

"Namun demikian kredit SME (small medium enterprise) mencatat pertumbuhan yang signifikan dari Rp4,2 triliun pada triwulan III 2011 menjadi Rp6,6 triliun pada triwulan III 2012 atau tumbuh sebesar 56,8%," ujar JB Kendarto, Direktur Utama Bank Mega di Jakarta, Selasa (13/11).

Khusus untuk kartu kredit, jumlah kartu kredit yang diterbitkan tercatat meningkat 23,8%, mencapai 1,6 juta kartu dengan outstanding yang meningkat 26,3% mencapai Rp 2,8 triliun. Dana pihak ketiga (DPK), secara keseluruhan meningkat 12,2% dari Rp41,9 triliun pada triwulan III 2011 menjadi Rp47,1 triliun pada triwulan III 2012.

Jika dilihat dari komposisinya, pertumbuhan dana pihak ketiga meliputi tabungan tumbuh 8,5%, dari Rp12,7 triliun pada triwulan III 2011 menjadi Rp13,7 triliun pada triwulan III 2012. Untuk deposito tumbuh 28,1%, dari Rp20,2 triliun pada triwulan III 2011 menjadi Rp25,9 triliun pada triwulan III 2012. Sementara Giro turun 18,0%, dari Rp9,1 triliun pada triwulan III 2011 menjadi Rp7,4 triliun pada triwulan III 2012.

”Untuk lebih meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga, Bank Mega terus meningkatkan beberapa program promosi produk layanan dan tabungan seperti Mega Pasti dan Mega Rencana," tutur dia. [ardi]

BERITA TERKAIT

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN - RAPBN 2020

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN RAPBN 2020 NERACA Bukittinggi – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)…

Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun - Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang…

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tegaskan Penurunan Suku Bunga Kembali Terbuka

  NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melontarkan sinyalemen kuat bahwa Bank Sentral bisa saja kembali menurunkan…

DPLK BRI Naik 40%

    NERACA   Jakarta - Dana kelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI hingga Juni 2019 mencapai Rp12,03 triliun…

Banyak Lembaga Pembiayaan Kerjasama dengan Dukcapil, Perlindungan Data Dipertanyakan

  NERACA   Jakarta – Lembaga pembiayaan banyak yang bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendag) lebih…