LPS Pertahankan Suku Bunga di Level 5,5%

NERACA

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan mempertahankan tingkat bunga penjaminan simpanan untuk periode 15 November 2012 hingga 14 Januari 2013 sebesar 5,5% atau sama dengan periode sebelumnya. Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS, Salustra Satria menuturkan, pihaknya memandang tingkat bunga saat ini masih sejalan dengan kondisi perekonomian dan perbankan sehingga tingkat bunga penjaminan dipertahankan.

Keputusan tersebut, kata Salustra, diambil setelah LPS melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum dan simpanan dalam rupiah di bank perkreditan rakyat (BPR). “Kami menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam mata uang rupiah di bank umum sebesar 5,5%, sementara simpanan dalam valuta asing sebesar satu persen,” jelas dia di Jakarta, Selasa (13/11).

Sedangkan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rupiah di BPR ditetapkan delapan persen. Penetapan tingkat bunga wajar simpanan tersebut didasari atas pertimbangan/kondisi antara lain kinerja perekonomian domestik yang masih berada dalam kondisi yang stabil, terlihat dari tingkat inflasi dalam setahun (year on year/yoy) yang meskipun meningkat dari 4,31% pada September 2012 menjadi 4,61% pada Oktober 2012, namun masih sesuai dengan sasaran inflasi pada 2012 sebesar 4,5% plus-minus satu persen.

Selain itu, kata Salustra, cadangan devisi RI meningkat dari US$110,17 miliar pada akhir September 2012 menjadi US$110,30 miliar pada akhir Oktober 2012. LPS juga menilai kondisi likuiditas perbankan masih tinggi yang terlihat dari salah satu indikator posisi alat likuid perbankan, yaitu tagihan bank umum kepada Bank Indonesia mengalami peningkatan dari Rp695,36 triliun pada Agustus 2012 yang menjadi Rp726,51 triliun pada September 2012.

Pertimbangan lain adalah biaya dana rata-rata tertimbang perbankan menunjukkan tren yang turun dari 4,19% pada Agustus 2012 menjadi 4,09% pada September 2012. Sesuai dengan ketentuan LPS, jika tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpang melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal itu, bank diharuskan memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui nasabah penyimpan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Keuntungan Naik, Volvo Pertahankan Pusat Ekspor di China

Volvo Cars akan mempertahankan China sebagai lokasi pusat ekspor, setelah mencetak kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9 persen pada 2018, kata…

Pada Level Implementasi - Industri 4.0 Tidak Meninggalkan Sektor Generasi Sebelumnya

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan era digitalisasi atau industri 4.0 merupakan transformasi yang harus dijalani dan tidak…

Miliki Bunga Sebesar 8,45% - SMF Resmi Daftarkan MTN Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mendaftarkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Kembangkan Peran Ekonomi Pesantren

  NERACA Surabaya - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat peran ekonomi pondok pesantren untuk menumbuhkan usaha mikro kecil dan…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…