JCR Sematkan BBB- ke Peringkat Utang Indonesia

NERACA

Jakarta - Lembaga pemeringkat dari Jepang, Japan Credit Rating Agency (JCR), memberikan peringkat BBB- dengan outlook stabil terhadap sovereign credit rating (peringkat utang) Indonesia. Pihak JCR menilai bahwa faktor kunci yang mendukung keputusan afirmasi bagi sovereign credit rating Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang didukung oleh permintaan domestik yang solid, beban utang publik yang rendah sebagai hasil dari pengelolaan fiskal yang berhati-hati, serta peningkatan cadangan devisa sebagai buffer terhadap external shocks.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution mengatakan, hal ini menunjukkan pengakuan bahwa perekonomian Indonesia masih tercatat sebagai salah satu ekonomi yang paling stabil dalam hal mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. “Namun, hal ini harus tetap menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi guna memperoleh pencapaian yang lebih baik lagi,” ujar dia di Jakarta, Selasa (13/11).

Lebih rinci lagi analis JCR menyatakan, Indonesia akan tetap mempertahankan kestabilan makroekonomi dan kesehatan fiskal di tengah pertumbuhan ekonomi yang moderat pada tahun yang akan datang. Selain itu, untuk lebih memperkuat ketahanan terhadap ketidakpastian kondisi eksternal, meningkatkan kepercayaan internasional, dan mendorong potensi pertumbuhan ekonomi, Indonesia harus melakukan perbaikan dalam hal investasi, lingkungan bisnis, dan melakukan reformasi struktural termasuk mengurangi tingkat subsidi pemerintah. Rating action terakhir yang dilakukan JCR pada 24 Agustus 2012 lalu.

Sebelumnya, rating and investment information Inc. (R&I),lembaga pemeringkat dari Jepang, yang menaikkan sovereign credit rating (peringkat utang) Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stabil, pada 18 Oktober lalu. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan predikat investment grade dari R&I, setelah sebelumnya oleh Fitch Ratings dan Moody’s. [ardi]

BERITA TERKAIT

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

Gubernur BI Rombak 18 Pejabat

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Senin, melantik 18 pejabat baru BI, di antaranya…

BPR Diminta Konsolidasi Untuk Perkuat Modal

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank perkreditan rakyat (BPR) yang tidak bisa memenuhi syarat…