The Economist Puji Kebijakan BI

NERACA

Jakarta - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan tingkat suku bunga sebesar tiga persen sejak Desember 2008 sampai Agustus 2009 ketika ekonomi dunia melambat, mendapat acungan jempol dari majalah The Economist. Menurut laporan mereka, BI berhasil membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang paling stabil di dunia dalam lima tahun.

Mengutip laporan The Economist tertanggal 10 November 2012, di Jakarta, Selasa (13/11), menyebutkan kalau BI telah membuat langkah yang tepat dengan menurunkan tingkat suku bunga tersebut. Sebagai informasi, BI kembali menurunkan tingkat suku bunga mulai Oktober 2011 hingga Februari 2012.

"Sebagian karena kebijakan BI yang responsif itulah pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 20 kuartal terakhir telah menjadi yang paling stabil di dunia," kata laporan The Economist, itu. Tak hanya itu saja, mereka juga menyanjung kebijakan bank sentral di Asia dan Indonesia yang tidak mengikuti konsep kebijakan moneter negara-negara Barat dalam mengoreksi sistem keuangannya.

Kawasan Asia, lanjut The Economist, justru telah meluncurkan konsep kebijakan makroprudensial yang dirancang untuk mengendalikan kredit yang berlebihan dan menjaga arus modal asing tanpa menaikkan suku bunga. Pada Maret 2012, misalnya, Indonesia sudah memperketat pinjaman terhadap nilai rasio pada hipotek dan uang muka minimum yang ditetapkan pada kredit mobil dan sepeda motor.

Asal tahu saja, BI tetap mempertahankan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) di level 5,75%. Bank sentral merasa percaya diri mempertahankan BI rate karena melihat perekonomian Indonesia yang masih bertumbuh.

Gubernur BI, Darmin Nasution mengatakan, meski sudah banyak negara yang mulai menurunkan suku bunga mereka, Indonesia tetap mempertahankan suku bunganya. Dia menambahkan, upaya melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga dilakukan untuk mendorong pengucuran kredit.

BI telah melakukannya meski dalam tiga bulan terakhir pertumbuhan kredit domestik melambat. Dengan demikian, Darmin optimis Indonesia tetap mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya di level 6,3%. [ardi]

BERITA TERKAIT

BI Dukung Kerangka Kerja Kebijakan Terintegrasi IMF

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut rencana IMF untuk menyusun kerangka kerja kebijakan…

PEMERINTAH DIMINTA TETAPKAN “SINGLE TARIFF” - BPKN: Kebijakan Tarif Pesawat Langgar UU Konsumen

Jakarta-Badan Perlindungan Konsumen Nasional menilai kebijakan tarif batas bawah dan batas atas untuk tiket pesawat telah melanggar hak konsumen, seperti…

FDI, Kebijakan Impor, dan Strategi Ekspor

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Secara umum kita sudah sangat memahami tentang berbagai model kebijakan investasi yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…