Iklim Kondusif, Tahun Depan Penyerapan FLPP Bisa Lebih Baik

NERACA

Jakarta – Meskipun penyerapan fasilitas likuiditas perumahan (FLPP) tahun ini bakal meleset dari target, namun tahun kedepan program rumah subsidi ini bakal terserap lebih baik lagi dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Mantan Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria mengatakan, tahun depan penyerapan FLPP dari bisa lebih baik lagi, “Dengan adanya kepastian hukum soal tipe 36 dapat subsidi, maka program FLPP akan lebih baik lagi,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, kondisi yang kondusif serta adanya kepastian hukum yang pasti menjadi keyakinan bila program rumah bersubsidi bakal terserap lebih banyak lagi. Pasalnya, tahun ini penyerapan rumah bersubidi terhambat karena adanya perubahan peraturan dan batasan rumah subsisi tipe 36 yang sulit terjangkau masyarakat.

Kata Fuad, pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) diminta mengatur lagi soal subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk menjangkau rumah murah. Caranya, pemerintah perlu meningkatkan dana subsidi hingga memberikan bunga semurah mungkin.

Hal senada juga pernah disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apersi Eddy Ganefo, meskipun penyerapan FLPP masih jauh dari harapan. Kedepan akan lebih baik lagi, “Kedepan saya yakin kementrian perumahan rakyat akan mendapat serapan yang jauh lebih besar dari target sekarang dan Apersi pun akan mensuport secara penuh,”ujarnya.

Menurutnya, kedepan program FLPP masih sangat dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna menjangkau kepemilikan rumah layak huni. Terlebih kehadiran FLPP sejak diawal mendapatkan sambutan cukup baik dari masyarakat. Pasalnya, bunga pembiayaan perumahan yang diberikan sangat murah 7,25% dan tenornya sekarang bisa mencapai 20 tahun.

Ditambah lagi, lanjutnya dengan putusan MK sekarang, masyararakat akan sangat senang karena dapat memiliki rumah dengan harga murah namun dengan fasilitas yang baik. Kata Eddy Ganefo, di Indonesia kebutuhan akan kepemilikan rumah terutama amat jauh dibandingkan lahan yang disediakan (backlog). Oleh karena itu, dalam hal ini harus ada kebijakan-kebijakan yang dapat menfasilitasi masyarat untuk mendapatkan rumah yang terjangkau dan kehadiran Kemenpera sangat dibutuhkan.

Asal tahu saja, dari target 130.000 unit rumah bersubsidi yang terjual di seluruh Indonesia di tahun ini, hingga kini baru terealisasi sekitar 52.000 unit. Sementara dana subsidi FLPP yang disiapkan pemerintah sebanyak Rp 7,1 triliun di tahun ini, baru tersalurkan sekitar Rp 1,3 triliun.

BERITA TERKAIT

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

Dunia Usaha - Industri Hijau Bisa Masuk Bagian Program Digitalisasi Ekonomi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait…

E-KTP Tercecer di Tahun Politik

Oleh: Siswanto Cemonk Lagi-lagi publik dibuat geger dengan penemuan kembali ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer. Peristiwa ini…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…