Bayar Utang, MAPI Terbitkan Obligasi Rp 1,50 Triliun

NERACA

Jakarta - Guna mendukung bisnis usaha, PT Mitra Adi perkasa Tbk (MAPI) akan menawarkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan dengan target dana sebesar Rp1,50 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (13/11). Rencananya, penerbitan obligasi ini akan dilakukan dua tahap. Dimana tahap pertama, perseroan akan menawarkan obligasi berkelanjutan I PT Mitra Adi Perkasa Tbk tahap I tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap senilai Rp500 miliar.

Obligasi ini akan terdiri dari dua seri yaitu seri A dan seri B. Untuk obligasi seri A berjangka waktu tiga tahun dan obligasi seri B berjangka waktu lima tahun. Disebutkan, obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan baik barang bergerak dan barang tidak bergerak. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AA- kepada obligasi ini.

Dana penerbitan obligasi tersebut sekitar Rp296 miliar akan digunakan untuk pembayaran penuh atas jumlah pokok obligasi PT Mitra Adi Perkasa Tbk tahun 2009 seri A berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga sebesar 12,25% yang jatuh tempo pada 16 Desember 2012.

Selain itu, dana penerbitan obligasi untuk membayar sisa imbalan sukuk ijarah PT Mitra Adi Perkasa Tbk tahun 2009 seri A berjangka waktu 3 tahun yang jatuh tempo pada 16 Desember 2012 senilai Rp66 miliar. Sisa penerbitan obligasi akan digunakan untuk modal kerja antara lain pembayaran atas pembelian barang dagangan, gaji karyawan, dan administrasi.

Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai wali amanat. Jadwal emisi sementara antara lain masa penawaran awal pada 14-26 November 2012, perkiraan tanggal efektif pada 4 Desember 2012, masa penawaran umum 6-7 Desember 2012, penjatahan pada 10 Desember 2012, distribusi obligasi secara elektronik pada 12 Desember 2012, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Desember 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Sulit Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Ketika akan membayar iuran BPJS Kesehatan di Indomaret sekitar stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, ternyata pelayan mengatakan jaringan internetnya lagi bermasalah…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…