Sambut Libur Panjang, IHSG Cenderung Melemah

NERACA

Jakarta – Ditengah maraknya bursa Asia terkoreksi, sebaliknya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 13,493 poin (0,31%) ke level 4.332,084. Sementara Indeks LQ45 naik 1,587 poin (0,21%) ke level 744,642.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, indeks BEI berhasil menguat ditipis ditengah berita negatif dari regional yang membayangi pergerakan indeks, “Indeks mampu menguat sendiri ditengah bursa Asia terkoreksi,”katanya di Jakarta, Selasa (13/11).

Namun katanya investor masih 'wait and see' terhadap hasil pembicaraan 'fiscal cliff' AS. Diperkirakan AS akan mampu menghindari "fiscal cliff". Di sisi lain, lanjut dia, pasar juga masih dibayangi gagalnya kesepakatan antara Uni Eropa (UE) dan dana moneter internasional (IMF) terkait skema Yunani membayar hutangnya.

Berikutnya, Purwoko memproyeksikan indeks BEI Rabu akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.300-4.350 poin. Hal ini didasarkan, kondisi eksternal yang masih dibayangi sentimen negatif.

Selain itu, faktor eksternal libur panjang pada pekan ini diperkirakan juga akan memicu pemodal mengamankan keuntungannya. Tercatat pada perdagangan kemarin, dua indeks sektoral masih terjebak di zona merah akibat aksi jual, yaitu aneka industri dan konsumer.

Delapan indeks sektoral lainnya berhasil bertahan di zona hijau berkat aksi jual. Investor tetap berhati-hati menyikapi sentimen dari AS mengenai 'fiscal cliff' dan naiknya pajak di akhir tahun ini. Fokus investor juga masih kepada China yang sedang mencari pemimpin baru.

Volume transaksi tinggi akibat aksi tutup sendiri di PT Hero Supermarket Tbk (HERO) senilai Rp 1,4 triliun di pasar negosiasi. Transaksi dilakukan broker CLSA Indonesia (KZ).Tercatat perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 111.307 kali pada volume 5,917 miliar lembar saham senilai Rp 4,547 triliun. Sebanyak 136 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Selasa ditutup dengan kompak melemah menyusul sentimen negatif yang datang dari pasar global. Sedangkan bursa saham Malaysia, Singapura dan India di tutup menyambut hari libur nasional.

aham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 450 ke Rp 5.100, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 450 ke Rp 3.925, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 55.300, dan BCA (BBCA) naik Rp 300 ke Rp 9.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 4.000 ke Rp 139.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.300 ke Rp 39.600, Adira Finance (ADMF) turun Rp 500 ke Rp 11.100, dan Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 29.950.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup masih ditutup menguat 9,951 poin (0,23%) ke level 4.328,542. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,015 poin (0,14%) ke level 744,070.

Penguatan dipimpin saham-saham berbasis konstruksi dan infrastruktur. Dua sektor masih melemah akibat aksi jual, yaitu tambang dan aneka industri. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.142 kali pada volume 3,974 miliar lembar saham senilai Rp 2,982 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 91 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 550 ke Rp 5.200, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 7.650, Japfa (JPFA) naik Rp 200 ke Rp 5.250, dan Hexindo (HEXA) naik Rp 200 ke Rp 7.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 39.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 46.750, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 20.050, dan Pudjiadi (PNSE) turun Rp 220 ke Rp 900.

Sedangkan diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 1,93 poin atau 0,04% ke posisi 4.320,52. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,98 poin (0,06%) ke level 743,81, “Bursa Asia berhasil menguat tipis termasuk indeks BEI setelah Gubernur Bank Sentral Jepang akan menjalankan kebijakan ekonomi yang ekspansif setelah sebelumnya produk domestik bruto (GDP) kuartal ketiga 2012 terkontraksi sekitar 0,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya," kata pengamat Adrianus Bias.

Meski demikian, dikatakan Adrianus Bias, pergerakan IHSG BEI masih dibayangi antisipasi pertemuan kongres AS dan Obama untuk membicarakan solusi "fiscal cliff", selain itu juga mengenai apakah proposal "bailout" Yunani senilai US$ 40 miliar disetujui dalam pertemuan menteri keuangan Uni Eropa.

"Pasar masih akan mencermati kondisi regional terutama perkembangan fiscal cliff dan juga hasil pertemuan menteri keuangan Uni Eropa mengenai rencana persetujuan 'bailout' ke Yunani," kata dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Adira Insurance Sambut Rencana Pemerintah Memberlakukan LCC

    NERACA   Jakarta – Keputusan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat penerbangan berbiaya murah atau Low Cos Carrier…

PERGERAKAN IHSG

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/7/2019).

Kinerja IHSG Sepekan Tumbuh 0,23%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan pekan kemarin ditutup positif ditandai dengan peningkatan rata-rata volume…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…