Perempuan Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi - Dukungan Melalui Program CSR Sangat Diperlukan

Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan pelaku dunia usaha mampu membantu kalangan perempuan untuk mengembangkan potensi mereka dalam bisnis. Hasilnya, mereka ikut berperan aktif mendorong perubahan ekonomi dan sosial dalam masyarakat.

Dalam satu dekade terahir ini perempuan seolah menjadi bintang dalam upaya pengentasan kemiskinan.Berbicara mengenai ekonomi adalah juga berbicara mengenai perempuan, sebab kenyataannya, perempuan adalah agent of development yang perannya sangat dibutuhkan dalam perkembangan perekonomian. Keberdayaan wanita di bidang ekonomi adalah salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Saat wanita menjadi kaum terdidik, mempunyai hak-hak kepemilikan, dan bebas untuk bekerja di luar rumah serta mempunyai pendapatan mandiri, inilah tanda kesejahteraan rumah tangga meningkat. Lebih dari seabad lalu telah dikemukakan Kartini, bahwa tiap wanita mesti memiliki kemandirian secara ekonomi, agar dirinya punya kuasa dan posisi dalam hubungan domestik, keluarga, dan lingkungan sosial. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran perempuan di dalam membangun ketahanan ekonomi, sudah dirasakan dampaknya, terutama dalam sektor informal. Perempuan yang populasinya hampir sama dengan laki-laki adalah sumber daya manusia yang potensial bagi pembangunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 menunjukkan bahwa hampir setengah penduduk Indonesia adalah perempuan. Denganjumlah perempuan Indonesia mencapai 118 juta jiwa (49,7%), makaperan perempuan dalam pembangunan bangsa Indonesia sangat besar dan merupakan aset bangsa yang potensial dan kontributor yang signifikan dalam pembangunan ekonomi, baik sebagai agen perubahan maupun subyek pembangunan. Partisipasi perempuan dalam pertumbuhan ekonomi yang sangat penting itu tidak hanya untuk menurunkan tingkat kemiskinan di kalangan perempuan, tetapi juga sebagaipondasi yang kokoh di sektor lain. Dalam pertumbuhan ekonomi dunia misalnya, perempuan menanamkan kembali lebih dari 90% pendapatan mereka pada sektor kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, perempuan merupakan aset dan potensi luar biasa untuk mengurangi angka kemiskinan, mewujudkan pembangunan, perdamaian, dan keamanan.Jika mereka diberdayakan secara ekonomi dan intelektualitas, maka akan sangat efektif bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Namun,untuk mengatasimasalahperempuan yang semakin kompleks, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian.Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan perempuan, maka diperlukan pemberdayaan perempuan dengan mengadakan berbagai pelatihan dan bimbingan guna menciptakan kemandirian di kalangankaum perempuan. Dalam hal ini,Bantuan swasta/BUMN melaluiCorprate Social Responsibility (CSR)sangat dibutuhkan. Seiring dengan semakin populernya kegiatan CSR, berbagai lembaga pun mencoba meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Peran swasta dan Bandan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang ini pun terus meningkat. Mereka melaksanakan berbagai program pemberdayaan perempuan, baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun yang lain. Program CSR yang dilakukan oleh swasta maupun BUMN ini dinilai mampu membantu perempuan untuk mengembangkan potensi mereka serta mendorong perubahan ekonomi dan sosial dalam masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa investasi dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kepemimpinan bagi perempuan memberikan hasil yang lebih besar dalam hal pengembangan ekonomi dan sosial, termasuk menurunnya tingkat kematian bayi dan anak, pencegahan penyakit, meningkatkan penghasilan dan produktifitas, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Program-program pemberdayaan perempuan dalam kegiatan CSR perusahaan ditujukan untuk menstimulasi pengembangan usaha perempuan serta menggugah partisipasi stakeholder dalam pengembangan usaha perempuan dan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan partisipasi masyarakat kaum perempuan dan dunia usaha dalam pengembangan perlindungan social melalui usaha dan sumber pembiayaan, meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan kelompok miskin di berbagai kegiatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, meningkatkan akses kelompok perempuan terhadap informasi, teknologi tepat guna dan berbagai sumber pembiayaan, serta mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender melalui peningkatan produktivitas ekonomi perempuan. Tak hanya itu, dengan mempersiapkan perempuan untuk berpartisipasi secara kompetitif dalam ekonomi, maka akan memungkinkan perusahaan-perusahaan mendapatkan orang-orang terbaik untuk bekerja dan berkembang tanpa membedakan gender.Peningkatanlifeskill(kecakapan) serta kompetensi (keahlian) perempuan yang pada gilirannya memiliki sikap hidup, kepribadian hidup, dan kemampuan hidup yang meningkat, menjadikan perempuan mitra sejajar dengan kaum laki-laki.

BERITA TERKAIT

Seribu Petani Banten Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

Seribu Petani Banten Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan   NERACA Serang - Seribu petani di Banten menyatakan ikut program lindungan keselamatan kerja…

Bappenas: Pertumbuhan RI Relatif Stagnan - AKIBAT PRODUKTIVITAS TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN

Jakarta-Pejabat Bappenas mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai relatif stagnan dan masih jauh di bawah rata-rata. Salah satu faktor penyebabnya adalah…

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar - Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan NERACA Jakarta…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ringankan Beban Korban Gempa Palu - Sharp Gelar Trauma Healing dan Pengobatan Gratis

Sebagai bentuk rasa kemanusian dan kepedulian terhadap korban bencana gempa Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, PT Sharp Electronics Indonesia melalui…

Gelar Pelatihan Kewirausahaan - Go-Jek Lebih Dari Sekedar Alat Transportasi

Sukses dan maju bersama para mitranya menjadi prinsip besar Go-Jek sebagai platform on-demand terdepan di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan Go-Jek…

Inovasi Program RISE - Memberdayakan Disabilitas From Zero To Hero

Stigma negatif baik dalam keluarga dan masyarakat masih menghantui penyandang disabilitas. Pasalnya, penyandang disabilitas dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan, tidak…