prosedur Pendaftaran Calon Haji - Prioritas Pemberangkatan

Prosedur Pendaftaran Calon Haji

Bagi yang ingin mendaftar menjadi calon jamaah haji, Kementerian Agama telah memberlakukan prosedur pendaftaran melalui Sistem Komputerisasi Haji Terrpadu (Siskohat). Pertama,membuka Tabungan Haji pada Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH) yang ditunjuk minimal setoran sebesar Rp 25 juta dan menerima surat bukti setoran awal BPIH yang di dalamnya tercantum Nomor Porsi sebagai bukti telah sah mendaftar sebagai jamaah haji.

Kemudian,melapor ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota paling lambat seminggu dan menyerahkan bukti setoran awal. Lalu,pendaftaran haji khusus melalui penyelenggara haji khusus. terakhir,membawa berkas persyaratan pendaftaran haji ke Bagian Penyelenggaraan Haji sepertifotokopi KTP 3 lembar,fotokopi Kartu Keluarga 3 lembar,fotokopi KIR Kesehatan dari puskesmas 3 lembar,fotokopi Akte Kelahiran 3 lembar, fotokopi Buku Nikah 3 lembar,fotokopi Ijazah 3 lembar,foto 3 x 4 cm 30 lembar,foto 4 x 6 cm 7 lembar,fotokopi Tabungan Haji 1 lembar,fotokopi Paspor yang masih berlaku hingga 8 bulan ke depan dengan nama tiga kata, mengisi Blangko Surat Permohonan Pergi Haji (SPPH) yang disediakan di Kantor Kementerian Agama Bagian Penyelenggaraan Haji,menyerahkan Blanko SPPH yang telah di isi beserta kelengkapan berkas kepada petugas pendaftaran haji untuk mendapatkan nomor Antre pada ruang Siskohat Online,memasukkan Data Aplikasi Siskohat Online sekaligus rekam Wajah dan Sidik Jari (Biometric),menerima cetakan SPPH Siskohat Online,melakukan Scan Dokumen Pendaftaran Haji (KTP,Kartu Keluarga,Akte Kelahiran,Buku Nikah, dan lain lain, calon Jamaah Haji harus hadir langsung ke Kantor Kementerian Agama pada bagian Haji dan Umrah (Siskohat) tidak boleh diwakilkan dengan orang lain, danpendaftaran haji khusus dapat melalui penyelenggara haji khusus.

Prioritas Pemberangkatan

Calon jamaah haji yang nomor porsinya masuk dalam alokasi porsi tingkat provinsi dan telah melunasi BPIH tahun berjalan, belum pernah berhaji sebelumnya, berusia 18 tahun ke atas atau sudah menikah.

Sedangkan untuk menjadi haji plus, yang bersangkutan juga harus menyerahkan uang muka dan setoran awal ke Kementerian Agama sebesar US$ 4.000. Khusus umrah yang mengikutsertakan anak-anak, harus menyerahkan fotokopi akte kelahiran.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengatakan, saat ini BPIH disetor juga ke bank konvensional, di antaranya BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Bukopin, maupun sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD). Ke depan seluruh dana BPIH akan dititipkan di bank syariah.(saksono)

BERITA TERKAIT

PNM Suntik Modal, Aset BPRS Haji Miskin Melonjak Signifikan

PNM Suntik Modal, Aset BPRS Haji Miskin Melonjak Signifikan  NERACA Bukittinggi – Pasca PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menyuntikkan modal…

Industri Manufaktur Harus Jadi Prioritas Investasi

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai industri manufaktur perlu menjadi prioritas investasi dalam rangka mengurangi ketergantungan…

Menakar Calon Menteri Kabinet Baru

Publik harus memiliki tempat untuk mengisi ruang perdebatan kabinet, agar Presiden selaku figur yang memiliki hak prerogratif dalam menentukan anggota…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…