Fotografi, Antara Seni dan Bisnis

Perkembangan zaman memang memungkinkan terdapat banyak hobi yang mampu dieksplorasi untuk menjadi lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Tetapi terkadang pekaku usaha kerap kali menukan kesulitan mengembangkan usahanya. Lalu, bagaimana dengan bisnis fotografi.

Sebagai sebuah komoditas bisnis, fotografi sebenarnya tidak sepelik bisnis lainnya. Sebab, tools yang menjadi dasar bisnis ini dapat diperoleh dengan mudah. Semisal kamera digital dan aksesorisnya, perlengkapan studi, peralatan dan mesin cetak, bahan baku kertas dan tinta warna. Cukup mudah didapatkan saat ini.

Meski demikian, yang menjadi poin utama persaingan bisnis ini adalah bagaimana menjual nilai visualnya. Ketika berbicara strategi bisnis fotografi, cara menentukan posisi dan tempat berpijak menjadi dasar. Kategorisasi yang lazim dalam bisnis fotografi di Indonesia adalah foto prewedding & wedding, foto produk dan iklan, liputan foto, foto keluarga dan anak, dan foto studio.

Perkembangan lain dari teknologi yang digunakan, perkembangan teknologi ini akan mampu menghasilkan uang di bidang fotografi, pasalnya para konsumen akan mampu menemukan taste pada foto-foto yang mereka beli. Kalau tidak, mungkin pelanggan Anda akan kabur ke fotografer lainnya.

Nah, memang mencari sesuatu yang spesifik dalam fotografi mampu berbicara banyak, artinya seni fotografi dapat dilekngkapi dengan keunggulan-keunggulan teknologi pengeditannya serta gaya cetaknya. Bukan hanya terletak pada skill si fotografernya saja.

Ya, kesulitan pada bisnis ini memang bukanlah sekedar kesulitan bisnis semata. Karena pelaku bisnis harus dihadapkan pada keinginan konsumen yang beragam. Terlebih soal taste seni fotografi. Semua orang tentu memiliki penilaian berbeda-beda akan kualitas seni fotografi yang dibuat seseorang.

Sehingga, itu akan menjadikan kesulitan tersendiri yang harus diselesaikan para pengusaha bisnis ini. Karena kadar seni tentunya turut menentukan keberhasilan bisnis fotografi Anda. Nah, atas kemampuan fotografi dan bakat yang dimiliki. Pastikan untuk menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan keterampilan fotografi terus menerus.

Dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan fotografi, tentunya kepercayaan diri sebagai fotografer secara dramatis akan meningkat. Dengan demikian keinginan konsumen akan ter-cover dengan sendirinya.

Sehingga, kalau cuma mengandalkan yang biasa-biasa saja tentunya, usaha yang dirintis akan terasa kurang gregetnya. Nah, selain bisnis kulier, masih banyak hobi yang tentunya bisa dikonversi menjadi lahan bisnis dengan keuntungan sangat menggiurkan.

Nah untuk itu, para pemilik usaha fotografi harus mampu berkreasi dengan keinginan para konsumennya. Nah, kalau semua itu telah terlaksana maka dapat dipastikan usaha yang berawal dari hobi ini mampu menambah pundi-pundi penghasilan Anda.

Kalau sudah demikian, dimana fotografi telah menjadi komoditas bisnis yang mapan, maka bisnis ini dipercaya tidak akan pernah mati di Indonesia dengan segala keunggulan-keunggulan yang ditawarkan. Hal itu berbanding lurus dengan perkembangan kehidupan dan bisnis di Indonesia yang semuanya memungkinkan foto mengambil bagian dalam setiap kesempatan. (ahmad)

BERITA TERKAIT

Prospek Bisnis Ban Positif - Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta

NERACA Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di…

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…