Industri Onderdil Mulai Tergerus Produk Palsu

Komponen suku cadang kendaraan yang tak hanya bakal merusak kendaraan hingga mengancam keselamatan konsumen penggunanya. Belakangan ini, keberadaan sparepart palsu maupun impor telah mengganggu pertumbuhan industri onderdil dalam negeri.

NERACA

Industri otomotif kian menggeliat di pasar Indonesia, ini bisa terlihat berbagai macam merek kendaraan yang bermunculan di Indonesia. Namun majunya industri otomotif ternyata punya dampak negatif juga, yaitu munculnya produsen onderdil palsu yang memanfaatkan manisnya bisnis otomotif. Onderdil palsu ini muncul dalam berbagai merek, para pelakunya bisa menggantongi keuntungan yang berlipat-lipat.

Kebutuhan suku cadang kendaraan roda dua maupun roda empat memang sangat tinggi, ini dampak dari jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya terus meningkat.

Di mata masyarakat, keberadaan para pelaku pembuat onderdil palsu di satu sisi memang sangat membantu bagi masyarakat yang keuangannya kurang, tetapi bagi para produsen onderdil yang resmi keberadaan onderdil palsu membuat bisnis mereka jatoh di pasaran.

Harga onderdil yang asli memang harganya cukup tinggi beda dengan harga onderdil palsu yang dibawah harga onderdil asli, tetapi dari segi kualitas memang sangat bagus onderdil asli, dari segi ketahanan onderdil, dan keselamatan pengendara.

Keberadaan beragam jenis suku cadang atau spare part mobil kadang membuat konsumen bingung. Secara umum spare part khususnya suku cadang yang cepat diganti atau fast moving sparepart seperti busi, saringan oli, saringan bensin, atau saringan udara terdiri atas tiga kelas yang masing-masing tingkatan menunjukkan kualitas. Pertama adalah spare part original dengan kualitas bagus dengan harga yang mahal.

Kedua adalah spare part buatan Jepang dengan kualitas bagus dan harga yang agak murah. Sejumlah praktisi automotif menyatakan spare part jenis ini merupakan supplier dari barang orisinal, hanya mereknya saja yang berbeda. Mengapa harganya sedikit agak murah karena mereknya tidak harus beli. Ketiga adalah spare part lokal di mana komponen ini produk asli dalam negeri yang dibanderol dengan harga murah, namun kualitasnya pun kurang bagus.

Sebenarnya berbicara spare part asli atau palsu akan sangat relatif. Karena dalam setiap spare part ada tingkatannya. Untuk komponen orisinal tentunya mahal. Harganya bahkan ada yang dua hingga tiga kali lipat dengan harga spare part lokal. Kalau spare part lokal Rp150.000, maka spare part orisinal bisa mencapai Rp350.000.

Keberadaan sparepart palsu yang beredar bukan hanya merugikan konsumen tetapi pihak produsen aslinya. Saat ini, oli pun banyak yang imitasi sehingga berpengaruh buruk terhadap kerja mesin di kendaraan, dan komponen dalam kendaraan cepat rusak.

Sedangkan pemalsuan terhadap komponen suku cadang kendaraan ternyata tak hanya menimbulkan dampak ancaman keselamatan bagi konsumen yang menggunakannya, tapi juga membawa kerugian untuk negara.

Selain kerugian berupa materil, maraknya peredaran suku cadang palsu tersebut, sudah bisa menghilangkan sekira 13.491 kesempatan kerja terhadap penduduk di Indonesia. Yang seharusnya tercipta lapangan pekerjaan yang cukup banyak untuk kebutuhan penyediaan komponen suku cadang malah terhambat

Penyebab banyaknya peredaran komponen palsu tersebut akibat tidak mampunya pihak pabrikan memenuhi permintaan masyarakat terhadap suku cadang kendaraan yang begitu besar. Ini yang menimbulkan banyaknya produsen nakal yang memanfaatkan kondisi ini.

Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mencatat, pada tahun 2007 pasar komponen automotif yang beredar di Indonesia mencapai Rp40 triliun, sementara perusahaan komponen anggota GIAMM hanya bisa memasok sekira 40% dari total kebutuhan pasar tersebut.

Sisanya terpaksa dihuni oleh pemain asing seperti dari China, Taiwan, Korea, dan Thailand. Dan tidak jarang dari barang-barang impor ini merupakan barang palsu.

Seharusnya pemerintah harus lebih ketat lagi untuk memantau predaraan onderdil palsu, dikarenakan barang-barang ini bukan hanya dibuat di Indonesia melainkan dari luar negeri. Peredaran onderdil palsu sudah sangat meresahkan penguna kendaraan dan produsen onderdil asli.

Secara umum, agar terhindar dari spare part palsu sebaiknya perlu memperhatikan sejumlah hal. Yang paling mudah mebedakan antara spare part asli atau palsu dapat dilihat dari kemasannya. Spare part asli biasanya dilabeli stiker hologram, sedangkan spare part palsu biasanya tidak dicantumi stiker hologram. Selain itu, setiap lengkung spare part palsu biasanya terlihat kasar (walaupun tipis/kecil), berbeda dengan spare part asli yang benar-benar mulus. Sedangkan untuk velg biasanya terasa lebih ringan dibandingkan velg lokal yang terasa berat.

BERITA TERKAIT

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka - Sangat Strategis

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka Sangat Strategis NERACA Jakarta - Penetrasi bisnis gas alam…

Taiwan Dukung Pertumbuhan Industri Non Migas Indonesia

HL6-4   NERACA   Jakarta - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menargetkan pertumbuhan industri pengolahan non-migas pada tahun 2018 sebesar 5,6…

Mata Uang Digital Di Indonesia Mulai Tumbuh

  NERACA   Jakarta - Pakar keuangan dari Skipjack Corporation Profesor Dr Mike Irvan melihat mata uang digital mulai tumbuh…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Tiga Pabrikan Otomotif Rilis Pernyataan Bersama Kuatkan Aliansi

Para pucuk pimpinan dalam aliansi Nissan Motor Co, Renault SA dan Mitsubishi Motors Corp mengeluarkan pernyataan bersama baru-baru ini, yang…

Daimler Mulai Produksi Mobil Listrik di China Pada 2019

Daimler akan mulai memproduksi mobil listrik di China pada tahun depan, sebagai cara untuk memenuhi ketatnya kuota anti polusi di…

All-New Mazda3 Dijual Secara Global Mulai Tahun Depan

Mazda Motor Corporation hari ini menjadi tuan rumah peluncuran perdana All-New Mazda3 untuk pertama kalinya di dunia. Model yang dirancang…