Kembangkan Bisnis, MNC Grup Akuisi Tol Bakrie - Garap Sektor Infrastruktur

NERACA

Jakarta – Bisnis grup MNC tidak hanya puas di media dan keuangamn, tetapi mulai merambah ke infrastruktur. Caranya, perusahaan yang di pimpin Hary Tanoesoedibjo ini akan mengakuisisi proyek tol milik grup Bakrie.

Presiden Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC), Hary Tanoesoedibjo mengatakan, PT Bhakti Investama Tbk salah satu anak usaha dari grup MNC siap mengakuisisi kepemilikan atas ruas tol milik Grup Bakrie, baik yang sudah beroperasi ataupun yang masuk dalam konsesi PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), “Pengambilalihan tol milik Bakrie, baik yang sudah beroperasi di Kanci-Pejagan 34 km, ataupun yang masuk dalam konsesi ELTY, yaitu Pejagan-Pemalang 57 km, Pasuruan-Probolinggo 31 km serta Batang-Semarang 75 km,”katanya di Jakarta, Senin (12/11).

Hary mengatakan, untuk rencana teknis akuisisi tol milik Bakrie tersebut belum dapat diungkapkan, namun dia menagaskan besar kemungkinan tol ini akan diakuisi oleh anak usaha perusahaan, PT Bhakti Investama Tbk.

Manajemen ELTY sebelumnya memang telah menyatakan niatnya untuk menjual lini usaha jalan tolnya atau PT Bakrie Toll Road (BTR). Direktur Utama ELTY, Ambono Janurianto pernah mengungkapkan bahwa hal itu dilakukan bertujuan untuk mengurangi utang yang menumpuk. “Kami divestasi BTR untuk kurangi utang,” ujarnya.

Pihak manajemen terus bernegosiasi dengan beberapa investor yang meminati saham BTR meskipun belum diketahui besaran akusisisinya karena masih berlangsungnya diskusi dengan antarpihak manajemen.

Informasinya, tidak hanya Hary Tanoe yang berminat untuk mengambil aslih seluruh konsesi tol milik Bakrie, pihak BUMN, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) selaku pengelola jalan tol pun juga berminat untuk melakukan akuisisi tersebut, khususnya untuk ruas tol Ciawi-Sukabumi.

Dari laporan keuangan ELTY, pendapatan jalan tol juga relatif mengecil setiap periodenya. Pada semester pertama 2012, kontribusi pendapatan dari bisnis jalan tol masih minim, sekitar 3,79%. Tepatnya hanya Rp 36,58 miliar dibandingkan periode yang sama tahu lalu, yang mencapai Rp 45,69 miliar. Dari laporan tersebut, Bakrieland diindikasikan masih mengandalkan hasil penjualan tanah, rumah dan apartemen sekitar Rp 501,771 miliar terhadap total pendapatannya Rp 962,92 miliar.

Bisnis Wisata

Selain itu, Hary Tanoesoedibjo juga berencana membangun taman hiburan (theme park) sekelas Disneyland dengan mulai membangun Theme Park di Lido, Sukabumi, Jawa Barat tahun 2013,”Saya akan bangun theme park di Lido dan akan menjadi kebanggaan Indonesia," tandansya.

Dia menjelaskan, pembangunan taman bermain skala besar ini akan menempati lahan sekitar 1.000 hektar. Namun dirnya tidak merinci lebih detail konsep taman bermainnya tersebut. Taman bermain ini diyakini Hary Tanoe akan mengalahkan Universal Studio atau Disney Land yang ada di luar negeri.

Niat Grup MNC, melalui PT MNC Land Tbk (dulu bernama PT Global Land Development Tbk) memang sudah terdengar lama. Sebelumnya lokasi pilihan pendirian theme park adalah Bali, kawasan wisata yang sudah dikenal masyarakat dunia. Total investasi pendirian theme park ini mencapai Rp 6 triliun. Selain membangun taman hiburan, perseroan berencana membangun kawasan terintegrasi mulai dari hotel, resort.

Kawasan Lido memang menjadi incaran sejumlah pengembang dalam mendirikan pusat hiburan. Sebelumnya, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ingin membangun theme park di wilayah yang sama. Kabar berhembus, ELTY telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah investor strategis, salah satunya Disneyland dalam membangun taman hiburan di selatan Jakarta tersebut.

ELTY juga dikabarkan mengajak Disneyland untuk membangun Theme Park serupa di Jonggol. Tahap awal, melalui anak usahanya, PT Bukit Jonggol Asri anak usaha grup Baki ini tengah membangun Jungleland Adventure Theme Park.

Theme Park seluas 40 hektar ini terdiri dari 8 zona thematik yang akan menyediakan lebih dari 43 permainan modern (rides) diperuntukan bagi anak-anak, remaja, dewasa dan keluarga. Pembangunan tahap pertama Jungleland direncanakan selesai pada Desember 2012 dengan empat zona yaitu Carnival, Explora, Mysteria, dan Tropicalia serta Downtown. Jungleland Adventure Theme Park ada di sekitar Sentul dan Jonggol. (bani)

BERITA TERKAIT

Garap Proyek LRT - ADHI Terima Pembayaran III Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta –Perusahaan kontruksi plat merah, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerima realisasi pembayaran tahap III pengerjaan proyek Light Rail…

Sektor Produksi - Industri Galangan Kapal Ingin Bea Masuk Komponen Diturunkan

NERACA Jakarta – Industri galangan kapal menginginkan bea masuk komponen diturunkan dari 5-12 persen menjadi hingga nol persen untuk meningkatkan…

Danai Ekspansi Bisnis - PTPP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tren perusahaan mencari pendanaan di pasar modal cukup marak pasca pemilihan presiden (Pilpres). Dimana salah satu perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…