Adi Sarana Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih prospeknya bisnis sewa kendaraan menjadi keyakinan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), bila target pendapatan tahun depan sebesar Rp 1 triluun bisa terealisasi. Penambahan tersebut berasal dari rental kendaraan korporasi.

Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk, Prodjo Sunarjanto mengatakan, sebanyak 70% pendapatan berasal dari rental kendaraan korporasi dan saat ini hampir 600 pelanggan korporasi telah menjali kerja sama dengan ASSA, “Dari target pendapatan tahun depan, sebanyak 70% berasal dari pendapatan rental kendaraan korporasi dan sisa pendapatan lain sebesar 11% didapat dari logistik dan sisanya rental mobil biasa," katanya di Jakarta, Senin (12/11).

Selain itu, perseroan juga menargetkan pertumbuhan kinerja sekitar 20-30% setiap tahunnya. Kata Prodjo, sampai dengan kuartal ketiga 2012 pendapatan ASSA sudah meningkat menjadi sekitar Rp700 miliar, pada akhir tahun ditargetkan dapat mencapai Rp800 miliar, “Pada 2013 perseroan mengharapkan dapat menambah jumlah armadanya menjadi 13 ribu unit dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun," tuturnya.

Di tahun depan, lanjut dia, perseroan menargetkan dapat menambah 3.700 armada dengan rincian 1.700 armada untuk pergantian kendaraan yang telah usang dan 2.000 armada baru.

Perseroan juga menyiapkan Rp600 miliar-Rp700 miliar untuk belanja modal (capital expenditure) di 2013. Dalam laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2012 tercatat total aset sekitar Rp1,6 triliun. Pendapatan semester I 2012 sebesar Rp353,613 miliar, meningkat 43% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp246,666 miliar.

Sedangkan, laba bersih perseroan meningkat 347% dari Rp3,054 miliar pada semester I 2011 menjadi Rp10,589 miliar pada periode sama tahun ini. PT Adi Sarana Armada Tbk memperoleh dana IPO mencapai Rp530,4 miliar dari penawaran sebanyak 1,360 miliar saham baru. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli unit armada sekira 58%, dan 32% untuk melunasi pinjaman bank, sisanya pengembangan infrastruktur dan jaringan usaha perusahaan. (bani)

BERITA TERKAIT

BPS: Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia (gini ratio) turun tipis dari 0,391…

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pendapatan Sektor Pajak

DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pendapatan Sektor Pajak  NERACA Bandung - DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi capaian pendapatan dari sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback)…

Bangun Rumah Sakit Baru - Medikaloka Hermina Kuras Kocek Rp 312,5 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Medikaloka Hermina Tbk berambisi terus menambah rumah…

PBRX Sisakan Rights Issue Rp 348,8 Miliar

NERACA Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) masih mengantongi dana senilai Rp384,8 miliar dari hasil penawaran umum terbatas (PUT)…