Saham Inti Bangun Sejahtera Kembali Diperdagangkan

Sempat disuspensi lantaran mengalami kenaikan harga saham diluar kewajaran, akhirnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mulai sesi pertama perdagangan saham pada 12 November 2012.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (12/11). Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dan Kadiv Perdagangan Saham BEI Andre Toelle mengatakan, pembukaan suspensi saham IBST dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai pada Senin awal pekan kemarin.

Sebagai informasi, BEI melakukan suspensi saham IBST pada 12 September 2012 karena kenaikan harga siginifikan sebesar Rp4.000 atau 266,67% dari harga penutupan Rp1.500 per saham pada 31 Agustus 2012 menjadi Rp5.500 pada 11 September 2012. Oleh karena itu BEI melakukan suspensi saham IBST di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdaganan sesi I pada 12 September 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Bangun Pabrik di Kalimantan - Waskita Beton Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –Danai pengembangan bisnis, yakni membangun pabrik di daerah Kalimantan,PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran awal…

Elit Politik Kembali Merajut Perdamaian

Elit Politik Kembali Merajut Perdamaian NERACA  Lebak - Anggota DPR RI Hasbi Asyidiki Jayabaya mengajak sebagian kecil elit politik kembali…

Menteri Dalam Negeri - Disiplin Adalah Kunci Bangun Etos Kerja

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Disiplin Adalah Kunci Bangun Etos Kerja  Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menekankan kedisiplinan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…