Prudential Syariah Dominasi Pasar Asuransi Syariah Indonesia - Premi Mendekati Rp1 Triliun

NERACA

Jakarta - Asuransi Syariah Prudential, yang merupakan unit bisnis baru dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), mencatatkan perolehan premi Rp997,9 miliar pada semester I 2012. Unit usaha ini juga mendominasi pangsa pasar asuransi syariah Indonesia, yakni 42% dari keseluruhan pangsa pasar premi asuransi syariah Indonesia.

Adapun pangsa pasar aset Prudential Syariah juga berkontribusi 32% terhadap total keseluruhan aset asuransi syariah. “Jumlah ini meningkat 24,2% dibandingkan periode sama pada tahun lalu,” tutur William Kuan, Direktur Utama Prudential Indonesia, ketika ditemui di Jakarta, Jumat (9/11) pekan lalu.

Dengan hasil tersebut kontribusi syariah di Prudential mencapai 10%. Sejauh ini, pemegang polis syariah di Prudential Indonesia sudah mencapai 254 ribu orang. Jumlah ini meningkat tujuh kali lipat sejak Prudential Syariah pertama kali diluncurkan pada 2007 silam.

Maka dari itu, William optimis bahwa pertumbuhan tersebut masih dapat berlanjut pada semester II 2012. “Asuransi jiwa syariah memiliki peluang luar biasa besar di Indonesia karena populasi muslimnya terbesar di dunia, PDB terus meningkat, penetrasi asuransi yang masih rendah, serta meningkatnya kelas menengah,” katanya.

Kemudian dia juga menyampaikan hasil survei yang dilakukan Prudential Indonesia terhadap 3.000 responden, dan hasilnya menunjukkan bahwa baru satu persen dari responden survei yang memiliki asuransi jiwa syariah. Dari yang tidak memiliki, 12% mempertimbangkan untuk memiliki asuransi jiwa syariah.

Kemudian survei tersebut juga memperlihatkan bahwa dari mereka yang tidak mempertimbangkan untuk memiliki asuransi jiwa syariah, jumlah terbesarnya yaitu 38% mengatakan alasannya adalah karena tidak mengerti mekanismenya. “Jadi peningkatan kesadaran harus terus ditingkatkan, yang mana ini menjadi potensi bagi kami untuk menambah nasabah,” imbuhnya.

William juga mengatakan bahwa adanya kenaikan kontribusi dari asuransi jiwa syariah di pasar tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa, tetapi juga karena konsep asuransi syariah yang berbeda dari asuransi jiwa konvensional.

“Konsep risk sharing antar pemegang polis seperti yang berlangsung di asuransi syariah berbeda dengan konsep pengalihan risiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi konvensional. Ini yang menjadi daya tarik bagi konsumen,” tutupnya. [ria]

BERITA TERKAIT

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…

Pasar Modal di 2019 Lebih Menggairahkan - Tekanan Sudah Mereda

NERACA Jakarta – Bila sebagian pelaku pasar menilai tahun politik di 2019 mendatang, menjadi  kondisi yang cukup mengkhawatirkan di industri…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018 menjadi enam persen,…

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…