free hit counter

Rujak Cingur, Warisan Kuliner Kota Pahlawan

Sabtu, 17/11/2012

Hampir setiap kota di Indonesia ini pasti memiliki kuliner asli atau khas kota dan daerahnya masing-masing. Kekayaan dan keaneka ragaman Indonesia memang telah menjadi buah bibir di hampir seluruh belahan dunia, karena itu tidak heran banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia hanya untuk mengetahui atau mencicipi kuliner asli Indonesia ini, bahkan sebagian orang menjadikan kuliner Indonesia sebagai bahan penelitiannya. Makanan atau kuliner yang turun-temurun ini pun menjadi salah satu warisan kebudayaan yang memang harus terus dijaga dan dilestarikan kebudayaannya.

Selain dikenal dengan sehat, kuliner asli Indonesia pun dikenal memiliki sejarah yang sangat menarik untuk diketahui. Seperti gudeg yang dipercaya adalah menu makan Kesultanan Keraton Jogja, dan tentunya juga dipercaya memiliki khasiat dalam kulinernya. Nah cita rasa inilah yang ingin dirasakan banyak banyak wisatawan, dan tentunya menjadi daya tarik wisata Indonesia. Walaupun tidak disadari, namun kuliner sendiri merupakan suatu warisan budaya dan sejarah yang harus terus dijaga, lewat kuliner kita bisa mengenalkan daerah asal kuliner tersebut, bahkan bisa memperkenalkan Indonesia di mata dunia.

Surabaya sendiri adalah kota yang sangat kaya akan jajanan kuliner, beragam kuliner asli Surabaya sudah menjadi turun-temurun dan bahkan menjadi raja dikota lain. Tentunya sangat menarik dan memiliki cita rasa tersendiri yang wajib untuk dicoba. Salah satunya adalah rujak cingur. Rujak cingur memang telah lama dikenal masyarakat Jawa Timur, dan kota Surabaya khususnya. Makanan tradisional ini sangatlah mudah ditemukan di Surabaya. Cingur adalah irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Rujak cingur biasanya dihidangkan dengan beberapa irisan seperti timun, kerahi, bengkuang, mangga muda, nanas, kedondong, kemudian ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo, serta sayuran seperti taoge, kangkung, dan kacang panjang.

Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula atau gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, dan irisan tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus atau bumbu tersebut dicampur dengan cara diulek, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak ulek. Namun dalam sajiannya, rujak cingur pun dibagi menjadi dua macam, ada yang menggunakan irisan buah-buahan, namun ada pula yang hanya irisan cingur, lontong dan sayur-sayutan saja.  Sebagian orang mungkin akan merasa aneh atau bahkan jijik, namun setelah merasakannya, semua anggapan itu pasti akan hilang. Rujak asli kota pahlawan ini sangatlah muda dijumpai di Surabaya, bahkan dikota-kota lainnya. Dan tentunya rujak cingur sangatlah menarik untuk dicoba, terutama saat kita mengunjungi kota pahlawan ini.