Terus Berekspansi, Sevel Targetkan 1.000 Gerai di 2020

NERACA

Jakarta - PT Modern Putra Indonesia selaku pengelola waralaba 7 Eleven (sevel) menargetkan bisa membuka 1.000 toko di seluruh Indonesia pada 2020. Direktur Pelaksana PT Modern Putra Indonesia Lim Djwe Khian mengatakan, meskipun baru berumur tiga tahun, pihaknya sudah berhasil membuka 89 toko. “Jika pada tahun 2009 jumlah tokonya baru mencapai 1 toko, lalu kami telah resmikan toko yang ke-89,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perkembangan 7 Eleven di dalam negeri berjalan secara cepat. Pasalnya, 7 Eleven yang ada di Indonesia menjadi bagian dari perkembangan 7 Eleven dunia. Apalagi, apabila dihitung jumlah tokonya di dunia telah mencapai lebih dari 45 ribu toko. Dengan perkembangan dan persiapan infrastruktur yang ada, kata dia, pihaknya optimis perusahaannya bisa siap menjadi pemenang di dalam pembentukan pasar tunggal ASEAN pada 2015 mendatang.

Untuk mencapai itu, pada pertengahan bulan ini induk perusahaannya, PT Modern Internasional Tbk akan melakukan peningkatan modal dengan diterbitkannya saham baru melalui proses right issue. Salah satu tujuannya, adalah memperkuat cadangan modal bagi perusahaan, khususnya untuk memperluas atau memperkuat jejaring dari yang sudah ada saat ini.

Dia menjelaskan, yang membedakan 7 Eleven dengan minimarket lainnya adalah pihaknya tidak hanya menyajikan berbagai hidangan siap saji andalannya seperti Big Bite, Bento, Rice Bowl, Pizza dan Sandwich, tapi juga menggelar berbagai kompetisi dan pertunjukan band secara live. “Apalagi, para konsumen 7 sevel kebanyakan adalah kaum remaja dan sebagian mereka yang berada di usia sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah,” lanjutnya.

Selain itu gerai took juga menggunakan graphical ordering tablet untuk store ordering dan hand held terminal for untuk penerimaan produk. Sedangkan, pemasarannya dilakukan dilakukan secara digital. Untuk mencapai target 1000 toko pada 2020 tidaklah mudah, karena itu diperlukan dukungan dan kerja keras bersama untuk mencapai misi tersebut antara para konsumen, mitra 7 Eleven, dan para investor.

Fokus di Jakarta

Sementara itu, Marketing and PR Head 7 Eleven Indonesia Neneng Sri Mulyati, alasan kuat mengapa gerai asal Texas, Amerika Serikat (AS) bukan karena tak ingin buka di luar kota. Namun karena pihaknya masih ingin fokus di area Jakarta dan sekitarnya. "Buat kami masih belajar soal Seven Eleven apalagi umurnya masih tiga tahun. Buat kami, waktu tiga tahun adalah waktu yang baru menapaki dunia ini, makanya kami belum mau membuka cabang di luar kota," ucapnya.

Di samping itu, Neneng mengakui masih banyak pertimbangan yang harus dipikirkan apabila ingin membuka cabang di luar kota. Karena, Seven Eleven ingin waralabanya sempurna seperti yang ada di Jakarta. "Semuanya masih dalam rencana pihak manajemen secara keseluruhan, makanya kita enggak mau tergesa-gesa untuk segera membuka di luar kota," lanjutnya.

Dirinya pun juga menampik apabila perusahaan kesulitan mendapatkan izin guna membuka cabang di luar kota. "Ah, itu kata siapa? Seven Eleven juga punya rencana untuk membuka cabang di luar kota, kami sedang siapkan itu tapi semua keputusan ada di pihak manajemen," bebernya.

Diakuinya lagi, bila banyaknya permintaan untuk membuka cabang di luar kota semakin memenuhi kuotanya maka akan memungkinkan buka di luar kota. "Karena kita akan fokus di Jakarta, tapi kita memang punya arah ke sana dan itu tidak menutup kemungkinan, semua tergantung permintaan juga, kalau kami sudah siap baru kita akan masuk ke daerah, karena kita punya dapurnya," tutupnya.

Kementerian Perdagangan mengatakan waralaba Seven Eleven siap untuk mengubah konsepnya dari toko ritel menjadi restoran. Pemerintah tidak akan mengeluarkan dua izin sekaligus untuk waralaba seperti Seven Eleven.

Dirjen Perdangangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo, mengatakan format Seven Eleven saat ini adalah retail dan restoran namun lebih cenderung dalam bisnis retail. Padahal izin yang dimiliki oleh waralaba Seven Eleven adalah izin restoran. “Sevel Sudah siap untuk mereformat kembali, kalau inginnya restoran, Sevel sudah sanggup,” katanya.

Gunaryo menjelaskan saat ini bisnis Sevel lebih cenderung ke dalam retail, tidak sesuai dengan izin yang diterbitkan. Kementerian Perdagangan mengingatkan para pengusaha untuk menjalankan usaha sesuai izinnya. Pemerintah, imbuhnya, tidak akan mengeluarkan dua izin untuk satu tempat usaha. “Mengenai kemungkinan dua izin, menurut kami tidak akan ada dua izin,” katanya.

BERITA TERKAIT

Pungutan Ekspor Sawit Dihentikan, Program Jalan Terus

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tetap menjalankan programnya, meski pemerintah menghentikan sementara dana pungutan ekspor…

Gubernur Jabar Targetkan Seluruh Daerah Terhubung Tol

Gubernur Jabar Targetkan Seluruh Daerah Terhubung Tol NERACA Sukabumi - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menargetkan seluruh daerah di…

Pemkot Palembang Targetkan Pendapatan Reklame Rp30 Miliar

Pemkot Palembang Targetkan Pendapatan Reklame Rp30 Miliar NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Bilateral - RI Fasilitasi Perdagangan Atasi Hambatan Ekspor Kopi ke Filipina

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) memfasilitasi hambatan perdagangan terkait tindakan pengamanan yang dilakukan oleh Pemerintah…

Kemendag Prioritaskan Revitalisasi Pasar Pada 2019

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprioritaskan program revitalisasi pasar rakyat pada 2019, guna mencapai target 5.000 unit. "Tetap yang…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berupaya Tingkatkan Ekspor Produk Mode ke Perancis

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian mendukung upaya untuk meningkatkan ekspor produk mode ke Paris.…