Produk Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Eropa

NERACA

Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krishnamurti mengatakan bahwa terdapat tiga UKM yang menjadi percontohan UKM sukses. Perusahaan skala kecil dan menengah tersebut dianggap mampu menerobos pasar ekspor dunia serta memiliki prestasi ekspor yang baik. Tiga UKM tersebut diharapkan menjadi inspirasi UKM-UKM lain. "Kami baru mengidentifikasi tiga contoh UKM yang menjadi eksportir yang memiliki prestasi ekspor yang cukup baik," ujarnya saat ditemui di Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, akhir pekan lalu.

Bayu menjelaskan ketiga UKM percontohan tersebut antara lain PT IKA Indo Industri Karbonik yang berlokasi di Medan Sumatera Utara. Perusahaan tersebut mengekspor karbon aktif berkualitas dari batok kelapa. "PT IKA berhasil menerobos pasar AS, Eropa dan China. Produknya berguna untuk penyaringan air minum," ujar Bayu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, nilai ekspor perusahaan tersebut pada tahun 2011 mencapai US$ 7,3 juta (Rp 70 miliar). "Kita apresiasikan karena melihat perusahaan kecil atau menengah tapi mampu menerobos pasar ekspor dunia. Ini perusahaan kecil tapi bisa memanfaatkan limbah batok kelapa yang menjadikan sebagai produk ramah lingkungan," imbuhnya.

Selain itu, UKM percontohan kedua adalah Usaha Dagang (UD) Bandar Mina yang bergerak di bidang eksportir ikan kerapu baik kerapu macan dan bebek. UD tersebut berasal dari Bali utara dengan tujuan ekspor ke Hongkong dan China.

Usaha dagang lain yang patut dicontoh adalah UD PT Bambu Media Cipta Persada yang bergerak di dalam pengembangan konten pendidikan melalui teknologi atau IT. UD tersebut membuat program-program dan modul-modul dengan tujuan ekspor ke Eropa, AS dan Korea. Modul-modul tersebut dibuat dengan menggunakan bahasa setempat.

Ketiga UKM percontohan ini, kata Bayu, dapat menjadi patokan dalam menjalankan UKM. Di antaranya adalah mengidentifikasi ciri-ciri kualitas ekspor seperti mampu melihat peluang yang unik, mampu menjaga kontinyuitas baik dari kualitas maupun kuantitas, gigih dan tidak mudah putus asa. "Para pengusaha ini dapat diandalkan menjadi mitra sehingga bisa dijadikan contoh," kata dia.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI, Latif Adam, angka pengangguran di Indonesia diperkirakan naik sebesar 9 % dari tahun lalu, sekitar 8,5 % Menurutnya, kenaikan jumlah pengangguran ini lebih disebabkan menurunnya penyerapan tenaga kerja dalam bidang industri akibat pukulan krisis.

Di tengah-tengah kondisi defisit ekonomi nasional itu, terdapat fenomena yang cukup menarik, yaitu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) justru menjadi ujung tonggak perekonomian Indonesia. Data yang diturunkan Departemen Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah menunjukkan angka kenaikan yang ajeg dalam 10 tahun terakhir.Jumlah usaha kecil dan menengah di Indonesia mencapai 51, 26 juta unit, terus naik hingga 39,5%.

Hal ini menunjukkan, usaha-usaha kecil-menengah itu relatif lebih stabil dalam menghadapi gempuran krisis. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Usaha-usaha kecil-menengah memiliki sejumlah potensi yang membuatnya imun dalam menghadapi krisis. Potensi-potensi yang dimiliki itu, pertama, usaha kecil-menengah umumnya elastis, fleksibel, adaptif. Kedua, lantaran tak punya kekuatan tawar-menawar dengan pembuat kebijakan, pelaku usaha kecil-menengah biasanya bergerak dengan modal, kreativitas, dan inovasi sendiri . Ini yang kemudian menjadi garis pembeda dengan perusahaan-perusahaan besar yang diwaktu krisis hampir kolaps. Jika pada perusahaan-perusahaan besar dana disuntik dari bank-bank, maka ketika bank pada waktu krisis mengalami kendala likuiditas, perusahaan-perusahaan ikut goyah.

Melihat potensi-potensi yang dimiliki, menjadi tak heran jika banyak pihak kemudian mengharapkan UMKM juga dapat dijadikan “benteng terakhir” penyelamatan ekonomi Indonesia dalam proyek Asian-China Free Trade Area (AC-FTA), yang belakangan banyak dikeluhkan pihak Indonesia.

BERITA TERKAIT

Peduli Lingkungan Hidup Sedunia - 3M Indonesia Donasi Pendidikan dari Limbah Kertas

Masih dalam rangka memperingati hari likungan hidup sedunia pada tanggal 5 Juni, menjadi renungan bagi bangsa ini untuk lebih meningkatkan…

Pagu Indikatif RAPBN 2020 Kemenkop dan UKM Naik 1,13%

    NERACA   Jakarta - Besaran Pagu Indikatif dalam RAPBN Tahun Anggaran 2020 Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp972,337…

Butuhkan Lebih Banyak Makers Lokal Hadapi Permintaan Pasar - Penyedia Solusi Internet of Things (IoT) di Indonesia

Butuhkan Lebih Banyak Makers Lokal Hadapi Permintaan Pasar Penyedia Solusi Internet of Things (IoT) di Indonesia Asosiasi Internet of Things…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pelaku Usaha Kecil Didorong Manfaatkan Sektor E-Commerce

  NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) khususnya yang ada di Kota Malang, Jawa Timur,…

Perang Tarif - AS-China Mulai Kembali Bicarakan Perdagangan Jelang Forum G-20

NERACA Jakarta – China dan Amerika Serikat menyalakan kembali pembicaraan perdagangan menjelang pertemuan minggu depan antara Presiden Donald Trump dan…

Pasar Kedirgantaraan Global Capai US$8,7 Triliun

NERACA Jakarta – Produsen pesawat terbang dari Amerika Serikat, Boeing memproyeksikan pasar kedirgantaraan dan pertahanan global dapat mencapai sebesar 8,7…