Pendapatan di Bawah Rp2,025 Juta Tidak Kena Pajak - Per 1 Januari 2013

NERACA

Jakarta - Setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah akhirnya menaikkan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Menteri Keuangan Agus Martowardojo menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 162/PMK.011/2012 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak. Dengan demikian, pendapatan di bawah Rp2,025 juta tidak diwajibkan kena pajak

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Kismantoro Petrus menyampaikan, konsultasi Menteri Keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat telah dilaksanakan pada 30 Mei 2012 dan 15 Oktober 2012 yang menyepakati penyesuaian besarnya PTKP mulai diberlakukan pada 1 Januari 2013 mendatang.

"Penyesuaian besarnya PTKP telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak," jelasnya melalui siaran pers yang diterima, Sabtu (10/11). Dia mengatakan, penetapan besarnya PTKP tersebut telah disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan moneter serta harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat.

Selain itu, penyesuaian besarnya PTKP juga terkait dengan perlunya kebijakan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global sebagai dampak krisis finansial Eropa dan Amerika Serikat yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. Penyesuaian besarnya PTKP diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat yang akan dapat berdampak pada peningkatan produk domestik bruto nasional, baik melalui konsumsi maupun peningkatan tabungan.

Dengan demikian, besarnya PTKP sejak 1 Januari 2013 dalam rangka pemotongan Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun (PPh Pasal 21) dan pelaporan Pajak Penghasilan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2013 dan seterusnya adalah sebesar Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012.

Sedangkan besarnya PTKP dalam rangka pelaporan Pajak Penghasilan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2012 adalah sebesar Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

Kismantoro mengungkapkan, penyesuaian besarnya PTKP untuk Wajib Pajak orang pribadi Rp24,300 juta per tahun, untuk Wajib Pajak yang kawin Rp26,325 juta per tahun. Berikut besarnya PTKP yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2013, Besarnya PTKP per tahun untuk Diri Wajib Pajak orang pribadi Rp 24.300.000, Besarnya PTKP per tahun untuk Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Rp 2.025.000, Besarnya PTKP per tahun untuk Tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami Rp 24.300.000, Besarnya PTKP per tahun untuk Tambahan ntuk setiap tanggungan (maksimal 3 orang) Rp 2.025.000

BERITA TERKAIT

Antam Tebar Dividen Rp 12,74 Per Saham

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan untuk membagikan dividen dari tahun…

PASAR OBLIGASI INDONESIA DIPREDIKSI MEMIKAT INVESTOR - Utang Pemerintah Meningkat 10,42% per Maret

Jakarta-Data Kementerian Keuangan mengungkapkan, posisi utang pemerintah per akhir Maret 2019 mencapai Rp4.567 triliun, atau meningkat 10,42% dibanding posisi yang…

Pendapatan Kapuas Prima Coal Naik 8,26%

NERACA Jakarta – Kuartal pertama 2019, PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC) membukukan pendapatan senilai Rp201,26 miliar atau naik 8,26%…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Avnos Pindahkan Kantor Pusatnya Ke Indonesia - Jadikan Pasar Prioritas

      NERACA   Jakarta - Startup cybersecurity, Avnos memindahkan kantor pusatnya dari Singapura ke Indonesia. Menurut CEO dan…

Hiip Asia Ekspansi ke Indonesia

    NERACA   Jakarta - Untuk memperluas pasar global, Hiip Asia melakukan ekspansi dengan merambah pasar Indonesia. Hiip Asia…

Enam Masalah Pemicu Krisis Penyelenggaraan Haji

      NERACA   Jakarta - Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag) Hadi Rahman…