Asiknya Berwisata Sejarah di Surabaya

Sebagai kota bersejarah, Surabaya tak hanya mengandalkan wisata sejarahnya saja bagi para wisatawan. Ragam kuliner serta kesenian ibu kota Jawa Timur ini juga menjadi tujuan wisatawan, baik lokal maupun asing.

NERACA

Mungkin, dikalangan kita semua sudah sangat mengenal peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. Pada tanggal itu telah terjadi peristiwa perobekan bendera Belanda dan perebutan kekuasaan di Surabaya, tepatnya dihotel Yamato.

Ya, kita selalu memperingatiPertempuran Surabayaantara milisi nasionalis Indonesia dan Sekutu, yang merupakan konflik bersenjata skala besar pertama antaraIndonesiadan pasukan asing setelahProklamasi Kemerdekaan Indonesiapada 17 Agustus1945. itu terjadi akibat gagalnya perundingan antaraSudirman yang waktu itu adalah seorang residen Surabaya dengan Mr.W.V.Ch Ploegmanuntuk menurunkan bendera Belanda yang berkibar dihotel Yamato.

Kota Surabayaadalah ibukotaProvinsi Jawa Timur,Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelahJakarta. Kota Surabaya sendiri memang dikenal dengan sebutan kota pahlawan. Kota ini sangatlah penuh dengan histori dan sejarah tentang kepahlawanan mengusir dan melawan penjajah. Namun kini kota pahlawan ini telah maju dan bertumbuh sangat pesat, tidak hanya dibidang pembangunan saja, di tingkat perekonomian juga seperti itu. Sebut saja bandara bertaraf internasional, pusat perbelanjaan modern hingga tata kota yang rapih. Semuanya seolah-olah melihatkan kemenangan dalam mengusir penjajah untuk sbuah kemerdekaan.

Tidak hanya obyek wisatanya saja yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara, namun daya tarik nilai tradisional dan kuliner khas nan istimewa seakan menjadi pancingan tersendiri bagi para wisatawan. Tidak lupa pula patung Sura (hiu) dan Baya (buaya). Patung ini merupakan landmark Kota Surabaya dan selalu dicari oleh para wisatawan sangat mengunjungi kota pahlawan ini.

Nama kota Surabaya sendiri berasal dari kata Sura ata Suro dan Baya atau Boyo, dalam bahasa Jawa. Suro adalah jenis ikan hiu, sedang boyo adalah istilah bahasa jawa untuk buaya. Kedua hewan ini adalah binatang paling kuat, pendapat lain mengatakan, bahwa nama Surabaya juga diambil dari istilah Sura Ing Baya, yang berarti "berani menghadapi bahaya".

Di kota ini, kita juga bisa menjumpai beragam kesenian khas dan asli Surabaya. Meski telah dan terus tergerus oleh kemajuan zaman, namun para pewaris tradisi dan pelestari kebudayaan seakan tak pernah lelah untuk mengenalkan kebudayaan asli kota berjuluk kota pahlawan ini. Beragam kebudayaan asli itu bisa dilihat dari berbagai acara seperti, kesenian wayang, ludrug, tari remo dan kebudayaan khas Jawa lainnya.Walaupun antusias para penonton terus berkurang, namun kesenian ini terus dipentaskan. Hal ini sendiri dilakukan agar kesenian dan kebudayaan asli kota pahlawan ini terus ada dan tidak hilang.

Dikota ini kita juga bisa menjumpai Tugu Pahlawan, ini adalah salah satu tempat dimana tugu ini adalah sebagai salah satu simbol yang menandakan Surabaya sebagai kota pahlawan. Walaupun banyak patung-patung pahlawan di Surabaya, yang satu ini adalah paling penting. Monumen biasanya ramai dan menjadi pusat perhatian setiap tangal 10 November dalam memperingati hari Pahlawan. Tugu ini juga sebagai simbol dalam menghormati dan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perang kemerdekaan pada tahun 1945. Selain itu, ditempat ini juga tertera nama-nama dan mengenalkan para pahlawan yang ikut membela dan mempertahankan Kota Surabaya pada saat itu.

Tugu Pahlawan ini terletak di Taman Kebonrojo yang berseberangan dengan kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan pahlawan. Mengenal kota Surabaya dengan berbagai kebudayaan, histori dan sejarahnya memanglah tidak ada habisnya, dari berbagai tempat dan obyek wisatanya yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara, kesenian tradisional yang terus dijaga dengan baik hingga kuliner khas kota pahlawan yang sangat menggugah selera. Karena itulah, Surabaya merupakan kota yang sangat pantas untuk dikunjungi, tidak hanya menyajikan tradisional saja, hiburan modern, hingga cerita juga sejarah masalalu yang menarik untuk dipelajari juga diungkap.

BERITA TERKAIT

Optimis Kinerja Positif di 2019 - Amar Bank Buka Cabang di Wiyung Surabaya

NERACA Jakarta - Pacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, Amar Bank terus aktif melakukan penetrasi pasar di tahun politik. Teranyar,…

KPK Minta Pemda Replikasi Tata Kelola Pendidikan Surabaya

KPK Minta Pemda Replikasi Tata Kelola Pendidikan Surabaya NERACA Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur…

Parade Budaya HUT ke-415 Kota Singaraja: Ungkap Sejarah, Tampilkan Tradisi

Parade Budaya HUT ke-415 Kota Singaraja: Ungkap Sejarah, Tampilkan Tradisi NERACA Buleleng, Bali - Parade Budaya yang digelar dalam rangka…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Gua Batu Cermin, Wisata ke Perut Bumi di Labuan Bajo

Saat memutuskan untuk pergi berwisata ke Labuan Bajo, NTT, sebagian besar pasti sudah membayangkan tentang keindahan pantai, keindahan bawah laut…

Ragam Atraksi Wisata di Pantai Bido

Menghabiskan waktu di pantai sembari menikmati suara debur ombak, desir angin, dan limpahan sinar mentari yang tidak ada habisnya adalah…

Jumlah Wisatawan yang Menginap di Banten Mulai Meningkat

Bencana tsunami yang melanda Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhir Desember 2018 menyebabkan banyak sektor, termasuk pariwisata, harus…