IHSG Mencoba Pertahankan Penguatan Diawal Pekan

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin berhasil balik arah menguat, setelah sempat terkoreksi sejak diawal perdagangan hingga penutupan sesi I. Aksi beli jelang penutupan perdagangan kembali berjasa membawa indeks ke zona hijau.

Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI Jum’at ditutup menguat tipis 5,772 poin (0,13%) ke level 4.333,640. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,338 poin (0,05%) ke level 746,965.

Investor berburu saham murah menjelang akhir perdagangan. Saham-saham unggulan, seperti bank dan tambang diincar investor. Sayangnya, aksi jual juga terjadi di beberapa saham komoditas sehingga menjadi penghambat laju penguatan pasar saham.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diprediksikan masih melanjutkan penguatan dan indeks sendiri akan bergerak di level 4.333-4.335.

Perdagangan akhir pekan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 100.603 kali pada volume 3,208 miliar lembar saham senilai Rp 3,977 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 116 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di Asia terkena sentimen negatif dari pasar global dan kompak melemah menutup perdagangan akhir pekan. Tanpa bantuan kabar positif, bursa regional menghabiskan waktu di zona merah seharian. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 23.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 41.600, Pudjiadi (PNSE) naik Rp 290 ke Rp 1.470, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 7.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 6.950 ke Rp 39.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 19.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 16.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 20.700.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup terkoreksi 9,310 poin (0,22%) ke level 4.318,558. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,503 poin (0,34%) ke level 744,124. Hanya satu sektor yang berhasil menguat, yaitu sektor finansial yang didorong oleh aksi beli di saham-saham bank. Sembilan sektor masih melemah, dipimpin sektor agrikultur.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 48.999 kali pada volume 1,636 miliar lembar saham senilai Rp 1,908 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Pudjiadi (PNSE) naik Rp 290 ke Rp 1.470, Mayora (MYOR) naik Rp 200 ke Rp 20.750, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 7.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 41.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering (SCPI) turun Rp 4.000 ke Rp 32.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 19.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 20.700, dan Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 26.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 17,510 poin (0,40%) ke level 4.310,758. Indeks LQ45 dibuka terpangkas 4,037 poin (0,60%) ke level 742,590. Pelemahan indeks dipicu sentimen negatif bursa saham global dan regional yang ditutup melemah. Kondisi ini mempengaruhi investor untuk mengamankan portofolio dengan melakukan aksi jual.

Aksi jual menyasar saham-saham unggulan dan lapis dua, bahkan sejak pembukaan perdagangan. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terkena koreksi. Kata analis Trust Securities Reza Priyambada, koreksi indeks BEI seiring dengan koreksi bursa global menyusul pernyataan Komisi Eropa yang memangkas perkiraan pertumbuhan di kawasan tersebut.

Meski demikian, lanjut dia, di sisi lain pelaku pasar berharap positif bahwa parlemen Yunani akan menyetujui "voting" penghematan anggaran meski di lapangan terjadi demonstrasi menentang hal tersebut.

Dia menambahkan, pasar juga menunggu keputusan suku bunga dari bank sentral Eropa (ECB) dan hasil dari Kongres Nasional China, apakah nantinya akan mengumumkan stimulus fiskal baru mengingat pertumbuhan ekonomi China cukup melambat pada kuartal ketiga 2012.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono sudah memprediksikan pada perdagangan akhir pekan ini IHSG bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.290-4.365 poin., “Meski sempat turun tajam pada perdagangan kemarin, akan tetapi IHSG masih dapat ditutup diatas level psikologis 4.300 poin,"ungkapnya.

Bursa regional diantaranya indeks Shanghai Composite Jum’at akhir pekan kemarin dibuka melemah 34,22 poin (1,63%) ke level 2.071,51, indeks Nikkei-225 turun 102,20 poin (1,16%) ke level 8.734,95, dan Straits Times melemah 31,02 poin (1,02%) ke level 3.012,25. (bani)

BERITA TERKAIT

SINERGI PENGUATAN MODAL BANK MANTAP

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso (kanan) berfoto bersama Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro (kiri) dan Wakil Direktur…

Sentimen Perdagangan Tekan IHSG 1,31%

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi…

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Jatim Masih Minim

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Dewi Sriana Rihantyasni menyebutkan, jumlah investor yang bertransaksi di pasar modal…

Public Trust Bakal Terganggu - Salah Pilih Anggota BRTI dari Salah Satu Operator

NERACA Jakarta - Pekan lalu, calon anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi (KRT-BRTI) menjalani seleksi pamungkas yaitu wawancara dengan…

Mandiri Lepas 8,39% Saham di Bank Mantap

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjual sebanyak 111.292.502 lembar saham atau 8,39% kepemilikan pada PT Bank Mantap kepada Taspen senilai…