Harga Melonjak, SUGI Klaim Karena Mekanisme Pasar

NERACA

Jakarta – Meningkatnya pergerakan harga saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI) di luar kewajaran dan masuk dalam pengawasan BEI, mendapatkan respong langsung dari manajemen SUGI.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Sugih Energy Tbk Fachmi Zarkasi mengatakan, terjadinya peningkatan harga dan aktivitas transaksi saham perseroan dalam priode enam bulan belakangan adalah mekanis pasar, “Kami tidak mengetahui apa yang menyebabkan saham kami ramai ditransaksikan, semua perkembangan yang terjadi merupakan mekanisme pasar,"katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, saat ini perseroan hanya berfokus pada kegiatan pengeboran perdana salah satu sumur eksplorasi di Blok Lemang PSC yang terletak di wilayah Provinsi Jambi. Sebagai informasi, akhir September lalu perseroan telah memulai proses pengeboran perdana pada sumur eksplorasi Selong-1 dalam wilayah prospektif Akatara pada blok Lemang PSC, dimana perseroan juga memiliki participating interest sebesar 49% melalui Eastwin Global Investments, Ltd.

Kata Zarkasi, hingga saat ini proses pengeboran tersebut berjalan dengan lancar dan telah berhasil mencapai kedalaman kurang lebih 1.500 meter. Proses pengeboran tersebut akan terus dilanjutkan sampai dengan beberapa hari ke depan, sekaligus melakukan pengambilan data sumur (logging). "Kami berharap dapat menyampaikan penjelasan terperinci atas hasil yang diperoleh dari pengeboran pada sumur eksplorasi Selong-1 tersebut kepada publik dan otoritas dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya.

Selain Blok Lemang, perseroan juga memiliki 100% participating interest di Blok Kalyani PSC melalui Eurorich Group Ltd, sebuah perusahaan yang diakuisisi 51% oleh perseroan pada September 2012. Blok Kalyani terletak di perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi ini memiliki enam wilayah seluas total 605 kilo meter persegi.

Emiten sektor tambang yang sebelumnya bergerak di bidang distribusi suku cadang otomotif ini juga memiliki sebesar 51% saham di. PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI), sebuah perusahaan jasa penunjang kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi, khususnya dalam pengadaan dan penyediaan rig.

Peningkatan harga saham SUGI terjadi sejak perseroan berniat melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) senilai Rp2,43 triliun pada April 2012. Padahal, sebelumnya saham ini tergolong tidak aktif ditransaksikan atau saham tidur. Dana yang diperoleh dari PUT tersebut digunakan untuk membeli 100% kepemilikan di Eastwin Global Investment Ltd. Eastwin menguasai 49% participating interest di Blok Lemang PSC.(bani)

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

Harga Minyak Naik Didukung Optimisme Perdagangan

NERACA Jakarta – Harga minyak terus menguat pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar didukung oleh tanda-tanda kemajuan…

Puskepi: Harga Tiket Pesawat Turun Apabila Avtur Disubsidi

NERACA Jakarta – Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria menyatakan, harga tiket pesawat baru akan turun apabila harga avtur disubsidi oleh pemerintah.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…