Dorong Kinerja Perseroan, GMF Aero Asia Gencar Lakukan Aksi Korporasi

NERACA

Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia menargetkan bisa mencapai peningkatan penyerapan pasar global untuk mendukung kinerja perseroan. Karena itu pihaknya berupaya menarik pelanggan internasional untuk bekerja sama pada sejumlah kegiatan publik ataupun aksi korporasi. “Kami juga menargetkan peningkatan penyerapan pasar global dengan kapabilitas dan kapasitas yang terus kami tingkatkan,” jelas Direktur Utama GMF AeroAsia Richard Budihadianto di Jakarta (8/11) PT GMF AeroAsia, lanjut Richard telah mengundang sejumlah pelanggan internasional untuk mengadakan diskusi tentang penerbangan dan perawatan pesawat di Booth GMF di arena Indo Defence 2012 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta yang berlangsung pada 7-10 November 2012. Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyiapkan serangkaian kegiatan untuk mengenalkan sekaligus memperluas bisnis. Acara tersebut menurut Richard dapat diikuti oleh mitra bisnis GMF maupun masyarakat umum. “Kami ingin masyarakat lebih mengenal peran GMF dalam menciptakan keselamatan penerbangan,” ujarnya. Richard mengatakan, GMF merupakan perusahaan perawatan pesawat di Indonesia yang sampai saat ini telah menguasai setidaknya 70% dari perawatan pesawat dalam negeri. Sejauh ini, kata Richard, sudah ada beberapa pelanggan internasional GMF yang akan bekerja sama dalam acara diskusi tersebut, antara lain Jet Airways (India), Avient Aviation (Zimbabwe), KAM Air (Afghanistan). Selain mendiskusikan peran GMF, kata Richard, pihaknya juga ingin mengenalkan GMF sebagai bengkel pesawat yang telah memiliki sertifikasi internasional. Rencana IPO Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengklaim salah satu anak usahanya yang bergerak di bidang perawatan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, paling siap melakukan penawaran umum saham perdana (IPO). Dana yang diperoleh dari hasil IPO tersebut, menurut Richard akan digunakan untuk mendukung kinerja dan pengembangan perusahaan dalam jangka waktu panjang atau sekitar 15-20 tahun ke depan. “Kemungkinan dananya akan digunakan untuk mendukung pembangunan hanggar untuk merawat pesawat di wilayah Indonesia timur, dan akan dikembangkan di Medan dan Makasar,” jelasnya. Perbaikan fasilitas dan perbaikan hanggar tersebut, kata Richard dimaksudkan untuk memperbesar kapasitas pesawat yang porsi terbesarnya masih di Garuda. Sejauh ini pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pendapatan melalui kerjasama dengan maskapai-maskapai luar negeri. Salah satunya yaitu menjalin kerjasama dengan pabrikan pesawat Airbus asal Prancis yang telah menunjuk GMF sebagai pusat remote training center di dunia. Direktur Utama GIAA Emirsyah Satar sebelumnya mengatakan, anak usaha GMF Aero Asia kemungkinan akan dilakukan pada pertengahan 2013 mendatang. “Dari hasil kajian Mandiri Sekuritas, GMF yang paling siap melakukan IPO,” ujarnya. Menurut Emirsyah, rencana pelaksanaan IPO terhadap salah satu anak perusahan dilakukan agar bisa melakukan ekspansi. Dengan adanya dana segar yang diperoleh dari IPO, kata dia, anak usaha tidak tergantung kepada induknya, namun secara konsolidasi diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap perseroan. Dikemukakan, tidak hanya PT GMF AeroAsia saja yang bakal IPO. Selain itu ada Citilink yang juga merencanakan IPO pada tahun 2015. Direktur Utama Citilink Arif Wibowo pernah bilang, rencana IPO baru dapat dilakukan bila Citilink sudah mencatatkan keuntungan sebanyak dua kali dan performa perusahaan berkembang, “Kalau ‘profit’ dan ‘growth’ sudah terpenuhi, maka kita IPO,” tandasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Kemudahan Bisnis Harus Dorong Perkembangan Wirausaha

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah harus fokus meningkatkan kemudahan berusaha sebagai upaya…

Semarak Festival IKM Dorong Startup 4.0 Mendunia

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) mendorong industri startup era 4.0 semakin mengglobal.  Potensi nilai industri digital tanah air mencapai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…