Demo Buruh Sudah Keterlaluan

Aksi anarkis buruh Indonesia sekarang sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Sejumlah pengusaha asing sudah frustrasi dan sedang mempertimbangkan hengkang dari Indonesia. Karena itu untuk jangka pendek, aparat penegak hukum diimbau segera bertindak tegas karena semua yang dilakukan buruh sudah jelas-jelas melanggar hukum positif Indonesia.

Selain asosiasi pengusaha lokal (Apindo), kalangan asosiasi pengusaha Jepang dan Jerman diketahui sudah menggelar rapat internal khusus membahas anarkisme buruh yang sudah bertindak di luar batas seperti melakukan sweeping, provokasi dan perusakan infrastruktur pabrik. Pasalnya, demo buruh di negeri ini sangat kontras sekali dengan di luar negeri. Di negeri jiran demo buruh berlangsung tertib, membawa spanduk dan tidak melakukan tindakan sweeping ke dalam pabrik.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri pun menilai, demonstrasi buruh yang marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah mengancam iklim investasi di Indonesia. "Demonstrasi buruh yang anarkis perlu kita sikapi secara serius karena dapat mengganggu iklim investasi yang sedang tumbuh pesat," ujarnya, pekan ini.

Chatib mengatakan, setiap warga negara berhak untuk menyatakan pendapatnya melalui demonstrasi, namun di sisi lain aksi tersebut harus dilakukan dengan cara yang damai dan tidak merusak fasilitas umum sehingga menurunkan kepercayaan investor akan keamanan di Indonesia.

Jelas aksi anarkis buruh ini telah membuat ketakutan di kalangan pengusaha. Jika aksi anarkis itu tidak segera diatasi, semua isu positif tentang Indonesia dan iklim investasi yang sudah bagus dipastikan akan memburuk. Apalagi peringkat Doing Business 2012 yang dirilis Bank Dunia belum lama ini, menempatkan peringkat Indonesia ke-127, hanya sedikit di atas Ethiopia. Sementara negara tetangga Malaysia, Singapura dan Thailand maupun China, jauh berada lebih tinggi di atas Indonesia.

Tidak hanya itu. Dari sepuluh negara tujuan utama ekspor Indonesia, hanya Singapura dan Korea yang tidak turun. Permintaan dari delapan negara lainnya menurun, yaitu AS sebesar 5,87%, Jepang 10,28%, China 8,68%, Malaysia 9,35%, Jerman 5,21%, Inggris 2,07%, Australia 2,08%, dan Belgia 0,52%. Penurunan permintaan dari negara-negara tujuan utama tersebut menyumbang kemerosotan nilai ekspor sebesar 36,83%, sedangkan negara tujuan lainnya 21,7%.

Tindakan anarkis buruh ini tentu semakin membuat runyam kondisi perekonomian negeri ini. Padahal demo buruh adalah hak buruh yang diakui di berbagai negara demokrasi termasuk. Tapi, tindakan buruh yang bersifat menyandera, menghasut, men-sweeping, dan menduduki pabrik sama sekali sudah di luar batas kepatutan hukum dan etika.

Para buruh umumnya menuntut kenaikan upah dan penghapusan sistem alih daya (outsourcing). Kita menyadari kebijakan pemerintah dalam hal upah sejatinya mempertimbangkan kepentingan nasional, terutama memotong rantai kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Rata-rata penghasilan buruh Indonesia memang masih kalah dibanding Vietnam apalagi Malaysia, Thailand atau Singapura. Malah dengan Bangladesh pun masih lebih rendah. Data BPS (Juni 2011), rata-rata nasional upah riil per bulan buruh adalah Rp 1.015.600.

Ironis memang, jika kita menengok para pengusaha yang penghasilannya begitu besar, dengan indikator peningkatan kelas menengah.

Namun, upaya meningkatkan kesejahteraan buruh tidak perlu dengan tindakan anarkis, melainkan perlu mengefektifkan lagi pola hubungan kerja industrial, dimana peran pemerintah harus lebih aktif memperjuangkan upah batas bawah layak hidup buruh. Semoga!

BERITA TERKAIT

Survei Internal : 52,4% Jokowi Sudah Dominan Kuasai Jawa Barat

Survei Internal : 52,4% Jokowi Sudah Dominan Kuasai Jawa Barat NERACA Jakarta - Tiga hari menjelang debat kedua Pilpres pada…

Santripreneur Sudah Diikuti Lebih 3000 Peserta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus melakukan berbagai pelatihan dan pembinaan untuk mendorong penumbuhan wirausaha industri baru di…

KPK Sudah Kaji Soal Usulan Pembentukan Biro Pengamanan

KPK Sudah Kaji Soal Usulan Pembentukan Biro Pengamanan NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyatakan…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Teror Pinjaman Online

Belakangan ini masyarakat resah di tengah maraknya tawaran pinjaman berbasis teknologi (online) akibat teror yang dilakukan pihak perusahaan Fintech. Teror…

Produktivitas PNS Saat Ini?

Banyak kalangan sering mempertanyakan mengapa  mayoritas PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Indonesia sering bekerja tidak produktif? Stigma malas senantiasa menempel…

Waspadai Ekspansi Bisnis Alipay

Masuknya alat transaksi non-tunai (e-money) Alipay dan WeChat ke Indonesia sepintas terlihat seperti gejala praktik bisnis biasa-biasa saja di tengah…