Fundamental Baik, Kinerja Emiten Tahan Banting - Sentimen Turun Peringkat

NERACA

Jakarta- Bila sentimen negatif bursa global mampu merontokkan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) dan termasuk kinerja emiten, namun sebaliknya sentimen negatif dengan menurunnya peringkat Indonesia dinilai tidak akan pengaruhi kinerj emiten.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, daya saing Indonesia mengalami penurunan hingga empat peringkat ke posisi 50. Namun penurunan peringkat tersebut diyakini tidak akan mempengaruhi kinerja bursa dan termasuk emiten, “Penurunan tersebut merupakan suatu peringatan kepada pemerintah mengapa daya saing kita bisa melemah, biasanya dalam laporan disebutkan faktor apa saja yang mempengaruhi penurunan daya saing tersebut," katanya di Jakarta, Kamis (8/11)

Menurutnya, penurunan peringkat daya saing tersebut hanya mempengaruhi kepada peringkat negara, bukan emiten. Selain itu, lambatnya pembangunan infrastruktur Indonesia ditambah demo buruh yang anarkis bisa menjadi faktor penurunan tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Ito, kondisi ini yang harus diperhatikan pemerintah bagaimana menjaga hubungan buruh dengan atasannya agar aman. Sebelumnya, Bank Dunia menempatkan Indonesia dalam posisi 128 dalam rating Doing Business (kemudahan dalam usaha dalam suatu negara) yang di rilis Bank Dunia untuk tahun 2013

Rating tersebut, berada dibawah dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, atau Thailand. Dimana negara jiran tersebut berada di urutan 12 dan Thailand di urutan 18. Sedangkan Singapura, negara jajahan Inggris itu cukup mengejutkan berada di urutan nomor pertama dan ironisnya lagi, Indonesia hanya beda satu tingkat dengan negara Ethiopia yang di urutan 127.

Begitu yakinnya, industri pasar modal dalam negeri masih positif dan didukung dengan derasnya dana asing yang masuk memicu fundamental emiten positif. Bahkan belum lama ini, BEI meluncurkan indeks Infobank 15.

Indeks infobank15 ini, menurut Ito dapat digunakan investor dan manajer Investasi (MI) dalam mengelola investasi di sektor perbankan sekaligus bentuk kerja sama yang mendukung perkembangan pasar modal, “Kerjasama BEI dan infobank diharapkan lebih erat di saat BEI tengah fokus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai pasar modal,”paparnya.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Ngalim Sawega mengatakan, pihaknya menilai positif terhadap peluncuran indeks saham infobank15 yang berisikan 15 saham-saham perbankan. Pasalnya, kelima belas saham tersebut memiliki kinerja positif di BEI sehingga dapat mempermudah investor dan pelaku pasar untuk memantau pergerakan indeks.

Kata Ngalim, sektor perbankan memiliki prospek yang cukup positif, di mana perbankan memiliki fungsi strategis dalam perekonomian Indonesia. “Indeks secara sektoral yang tembus ke level tertinggi, selalu dipimpin dari sektor jasa keuangan, sehingga saya percaya perbankan akan terus memiliki prospek bagus sampai kapan pun,” jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…

Sentimen Bursa Asia Kerek Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 14,51 poin menjadi…

Dirut BEI Sambut Baik Pengetatan MTN - Tingkatkan Transparansi

NERACA Jakarta – Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal pengetatan surat utang atau MTN sebagai underlying aset reksadana direspon langsung…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

LABA BERSIH BNI TUMBUH

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Bisnis Ritel Tambok P. Setyawati…

KINERJA BOSCH INDONESIA

Managing Director Bosch Indonesia Andrew Powel (kanan) meninjau salah satu stand pameran produk Bosch, usai memberikan penjelasan tentang perkembangan Bosch…

CITI TELKOMSEL CREDIT CARD

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi (kedua kanan) bersama Head of Consumer Banking Cristina Teh Tan (kanan) berbincang dengan CEO TCASH…