Penyerapan Anggaran Rendah: Cerita yang Selalu Terulang

NERACA

Jakarta – Tingkat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang rendah adalah cerita buram yang selalu terulang setiap tahun. Dan di tahun 2012 ini, cerita seperti itu tampaknya bakal terjadi lagi. Pasalnya, sampai dengan September 2012, penyerapan APBN baru 38,7%. Kenyataan inilah yang dikeluhkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu.

Bagi Managing Director Econit Hendri Saparini, kenyataan itu bukanlah isu baru. “Sudah sejak 2005 begitu dan semakin memburuk. Biasanya sampai Oktober itu penyerapan 60%. Itupun sudah sangat lambat,” kata dia.

Menurut Hendri, tidak ada lagi yang bisa dilakukan tahun ini karena hanya tersisa kurang dari dua bulan lagi. “Kita perbaiki untuk Januari tahun depan,”

Hendri menyarankan sejumlah langkah agar penyerapan anggaran yang rendah ini tidak berulang lagi di tahun-tahun berikutnya. Caranya, menurut Hendri, adalah dengan memperbaiki proyek-proyek yang visibility study-nya belum siap.

“Karena selama ini tidak demikian. Misalnya mau bangun jembatan, tetapi pembebasan lahannya belum siap. Mau bangun pelabuhan, tapi urusan dengan tanah belum selesai,” kata dia.

Kedua, bagaimana supaya penyerapan anggaran itu tidak lagi dilakukan untuk sekadar menghabiskan anggaran, seperti seminar. “Di akhir tahun itu luar biasa banyak,” kata Hendri.

Terakhir, daerah-daerah harus didorong untuk menyiapkan perencanaan anggaran dengan lebih cepat. “Ada yang April baru siap. Ini harus ada solusi dari Menkeu. Dicari akar permasalahannya, misalnya dengan meningkatkan kapasitas SDM dalam perencanaan,” ulas Hendri.

Bisa Dimaklumi

Namun menurut Global Research Economist di Standard Chartered Bank Indonesia Eric Sugandi, hal itu bisa dimaklumi karena sistem reimbursement yang diberlakukan pada proyek. “Biasanya proyek-proyek pemerintah itu baru diselesaikan pembayarannya pada kuartal keempat,” kata Eric.

Menurut Eric, masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa penyerapan anggaran tahun ini akan lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai 87%.

Dikatakannya, penyerapan anggaran masih bisa digenjot lagi. “Pembangunan jalan nasional, misalnya, yang lambat. Selama ini kan kebanyakan hanya memelihara yang ada. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana membuat jalan yang tidak cepat rusak,” kata Eric.

2011 Mengecewakan

Dulupun juga begitu. Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Percepatan Penyerapan Anggaran Kuntoro Mangkusubroto menilai realisasi penyerapan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) pada 2011 sangat mengecewakan. Pada akhir November 2011, realisasi penyerapan hanya sebesar 69%. Namun anehnya, pada akhir tahun bisa mencapai 87%. Artinya, dalam satu bulan ada pencairan senilai hampir Rp 270 triliun, setara dengan seperempat APBN secara keseluruhan. Angka 87% itupun adalah angka terkecil dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Menurut Kuntoro, penyerapan anggaran pada Desember 2011 dengan nilai seperempat APBN tersebut sangat janggal dan harus diteliti kejelasannya. Hal inilah yang memicu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk Tim Evaluasi ini demi memperbaiki kinerja penyerapan anggaran. (iqbal/doko)

BERITA TERKAIT

Pemahaman Masyarakat Mengenai UU Konsumen Dinilai Rendah

Pemahaman Masyarakat Mengenai UU Konsumen Dinilai Rendah NERACA Palembang - Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan menilai tingkat pemahaman masyarakat…

Memilih Pemimpin Amanah, Jangan yang Hidup Mewah

  Oleh : Joko Aristanto, Pemerhati Ekonomi, Sosial dan Politik               Posisi ke-85 pada daftar 100 orang terkaya di…

Devisa Sektor Pariwisata Selalu Meningkat

    NERACA   Jakarta - Devisa dari sektor pariwisata selama empat tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat 202 miliar…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

PEMERIKSAAN KUALITAS PANGAN

Petugas Dinas Pangan dan Pertanian memeriksa kualitas ikan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/12). Pemeriksaan kualitas pangan tersebut…

BEASISWA CIMB NIAGA 2018 - 2020

Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (ketiga kiri) berbincang dengan perwakilan mahasiswa/mahasiswi usai menyerahkan Beasiswa CIMB…

UPN VETERAN JAKARTA SIAP HADAPI INDUSTRI 4.0

Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta DR Erna Hernawati AK, CPMA, CA (ke empat dari kiri) berpose salam Bela…