Tingkatkan Biaya Distributor, CIMB Niaga Gandeng 29 Principal

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk terus meningkatkan pembiayaan distributor (distributor financing) dengan menggandeng perusahaan inti (principal) melalui fasilitas e-Chain Financing. Melalui skema pembiayaan ini, CIMB Niaga memberikan solusi alternatif kepada para distributor, agar dapat meningkatkan penjualannya dengan cara membantu penyediaan modal kerja yang akan digunakan untuk pembelian produk ke perusahaan inti.

Bagi perusahaan inti, dengan adanya modal yang disalurkan CIMB Niaga ke distributor, perusahaan inti akan lebih fokus kepada pengembangan bisnis, baik dari sisi produksi maupun penjualannya. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada daya saing perusahaan inti, sehingga diharapkan market share akan terus meningkat.

Selain itu, perusahaan inti juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya ke tingkat regional (Asean), mengingat CIMB Niaga merupakan bagian dari CIMB Group yang beroperasi secara luas di kawasan Asia Tenggara.

Handoyo Soebali, Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga mengungkapkan, CIMB Niaga telah menyalurkan pembiayaan distributor sebesar Rp842,56 miliar per 30 September 2012, tumbuh sekitar 27% dibandingkan tahun lalu. Nilai tersebut disalurkan kepada 208 distributor melalui 29 perusahaan inti. “Sekitar 90% dari total pembiayaan distributor CIMB Niaga mengalir ke sektor consumer goods, sisanya ke sektor telekomunikasi dan kontruksi/kontraktor,” terang dia di Jakarta, Kamis (8/11).

Handoyo menambahkan, untuk memudahkan nasabah mengakses pembiayaan ini, pihaknya telah menyediakan layanan BizChannel@CIMB, yang dapat menghubungkan perusahaan inti dengan para distributornya, melalui pusat data bank yang disediakan CIMB Niaga. “Kami senantiasa menghadirkan solusi perbankan yang terlengkap, dan terbaik, dan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah,” kata Handoyo.

Menurut dia, CIMB Niaga bukan pemain baru di bisnis ini. Sejak 2006, CIMB Niaga telah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar dalam menyalurkan pembiayaan ke distributor melalui fasilitas e-Chain Financing. Bentuk kerja sama ini merupakan wujud kepedulian dan kepekaan CIMB Niaga dalam memberikan nilai tambah kepada berbagai segmen nasabah yang ada di CIMB Niaga.

Strategi bisnis

Selain itu, skema kerja sama seperti ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh jaringan usaha yang terkait dengan perusahaan-perusahaan tersebut serta bagi masyarakat luas. Hal ini sesuai dengan strategi bisnis CIMB Niaga, yaitu melakukan penetrasi pasar dari industri hulu hingga hilir.

Banyak keuntungan yang bisa dipetik distributor dari skema pembiayaan ini. Keuntungan terbesar adalah adanya dana segar yang bisa mereka gunakan untuk pembelian produk ke principal. Selain itu, mereka juga akan memperoleh bunga yang kompetitif. Sementara bagi perusahaan inti, dengan adanya kucuran dana ke distributor, mereka bisa tetap fokus dalam mengembangkan bisnis mereka.

Tanpa melupakan fungsi intermediasinya, CIMB Niaga berpotensi meraih keuntungan dari skema pembiayaan ini, melalui peningkatan kerjasama di bidang-bidang lain, seperti perolehan dana pihak ketiga (DPK) dan fee based income.

Per 30 September 2012, dari kerjasama dengan 29 perusahaan inti tersebut, CIMB Niaga bisa meraup pendanaan sekitar Rp1,51 triliun. Ke depan, Handoyo masih tetap optimistis, dengan pengalaman dan dukungan CIMB Group di tingkat regional, CIMB Niaga masih bisa terus meningkatkan pembiayaan distributor. [rin]

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Pangsa Pasar - Kimia Farma Bakal Akuisisi Phapros

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham…

Permudah Logistik Sektor Perikanan, KKP Gandeng Stakeholder Angkutan Udara

NERACA Permudah Logistik Sektor Perikanan, KKP Gandeng Stakeholder Angkutan Udara NERACA Jakarta - Jasa logistik sejatinya bertujuan untuk mengatasi kendala…

Tingkatkan Volume Perdagangan - BEI Segera Terapkan Sistem JATS Fix 5.0

NERACA Jakarta – Seiring dengan pesatnya pertumbuhan investor pasar modal dan jumlah produk investasi yang diluncurkan, mendorong PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…