Korindo Menggugat Hyundai Motor - Hentikan Kerjasama Secara Sepihak

Pihak tergugat yaitu PT Hyundai Motor Company telah melakukan penghentian kerjasama secara sepihak dalam kaitannya perjanjian commercial vehichle yang telah disepakati bersama. Hal ini disampaikan oleh pihak PT Korindo Heavy Industry sebagai penggugat dalam kasus ini.

“Kami telah menyampaikan dalam jawaban atas gugatan penggugat sebelumnya bahwa PT Hyundai telah melakukan perbuatan melawan hukum dikarenakan menghentikan kerjasama secara sepihak,” kata kuasa hukum PT Korindo Heavy Industry, Donny Setiawan seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (08/11).

Donny menjelaskan bahwa dalam gugatannya PT Korindo meminta ganti rugi kepada Hyundai Motor Company untuk membayar ganti rugi materiil sebesar Rp1,2 triliun dan immateriil sebesar Rp200 miliar. ”Adapun dasar hukum gugatan adalah kesepakatan kerjasama yang memberi hak eksklusif kepada penggugat untuk menjual dan merakit produk tergugat Hyundai Motor Company yang berbentuk commercial vehicle pada tanggal 16 Juni 2006 yang lalu,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT Hyundai Motor Company Wahyu Hargono mengatakan, pada jauh hari sebelum berakhirnya perjanjian kerjasama commercial vehicle dengan penggugat, kliennya telah menyampaikan Non-Renewal Notice kepada perusahaan penggugat.“Klien kami telah mematuhi kesepakatan dalam commercial vehicle tersebut, yaitu dengan memberitahukan kepada perusahaan penggugat bahwa perusahaan tergugat tidak ingin membuat perjanjian kembali setelah berakhirnya perjanjian kerjasama,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, PT Hyundai Motor Company melakukan pengakhiran penjanjian sepihak atas pasokan suku cadang kendaraan niaga kepada PT Korindo Heavy Industri. Atas perbuatannya Hyundai itu telah membuat PT Korindo menggugat Hyundai ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nilai tuntutan total Rp1,46 triliun.

PT Korindo mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikarenakan Nyundai melanggar dengan pemutusan kontrak dan dikenakan hukum khususnya pada KUH Perdata Pasal 1338, dan 1365. Hyundai juga melanggar keputusan Menteri Perindustrian No 295/M/SK/7/1982 tentang keagenan tunggal. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini juga menentang peraturan Menteri Perdagangan tentang ketentuan dan tata cara penerbitan surat perdaftaran agen.

PT Korindo telah mengalami kerugian tinggi, karena selama ini telah melakukan investasi bentuk lahan gedung, pabrik, mesin dan alat pendukung penjualan. Nilai kerugian materil mencapai Rp1,26 triliun sedangkan kerugian immateril Rp200 miliar. Hingga Hyundai diwajibkan membayar ganti rugi total Rp1,46 triliun.

Dengan pemutusan perjanjian ini karyawan PT Korindo pun terpaksa diberhentikan atau di PHK. Sementara itu, sekitar 400 karyawan dirumahkan dan kini menyisakan 90 orang.Mediasi telah coba dilakukan kepada Hyundai namun tidak ada itikad baik dari produsen otomotif asal Korea itu.

BERITA TERKAIT

Hyundai Kona Akan Resmi Diluncurkan di IIMS 2019

PT Hyundai Mobil Indonesia akan meluncurkan mobil berjenis compact sport utility vehicle, Hyundai Kona, pada gelaran Indonesia International Motor Show…

Olahraga Secara Rutin Bisa Cegah Cacat Saat Tua

Kehilangan kemampuan bergerak melakukan aktivitas sehari-hari merupakan masalah yang banyak dialami orang tua. Untuk mencegah masalah kemampuan gerak ini, peneliti…

Gandeng Kerjasama Tanamduit - Investree Rilis Promo Bonus Reksa Dana

NERACA Jakarta – Guna mengoptimalkan minat masyarakat, khususnya generasi milenial berinvestasi di reksa dana, maka beberapa agen penjual efek reksa…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KPK: 36 Tahanan KPK Berikan Hak Suara

KPK: 36 Tahanan KPK Berikan Hak Suara NERACA Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan terdapat…

KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel

KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel NERACA Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendampingi Provinsi Sumsel…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal… NERACA Jakarta - Sejumlah pengamat meyakini pilpres 2019 sangat membawa pengaruh pada kondisi…