Hasil Lelang 5 SUN Capai Rp7,5 Triliun

Hasil Lelang 5 SUN Capai Rp7,5 Triliun

Jakarta--Pemerintah terus melakukan penggalian dana dengan menjual Surat Utang Negara (SUN) sebanyak lima seri. Al hasil dana yang terkumpul mencapai Rp7,5 triliun."Total penawaran yang masuk mencapai Rp17,302 triliun. Namun nominal yang berhasil diraih dari kelima seri SUN hanya Rp7,5 triliun," kata Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto lewat pengumuman lelang SUN di Jakarta, Selasa (3/5)

Secara detai kelima Surat Utang Negara yang dilelang tersebut antara lain, SPN20110804 (new issuance), SPN20120504 (new issuance), FR0055 (reopening), FR0053 (reopening) dan FR0056 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. Adapun rincian dari kelima SUN tersebut yakni SPN20110804 dengan yield atau price rata- rata tertimbang 4,87 persen berhasil dimenangkan sebesar Rp2 triliun dan jatuh tempo pada tanggal 4 Agustus 2011.

Sementara seri SPN20120504 price rata- rata tertimbang sebesar 5,89 persen dan berhasil dimenangkan sebesar Rp700 miliar, akan jatuh tempo pada tanggal 4 Mei 2012. Sedangkan untuk FR0055 Yield sebesar 6,98 persen dan kupon 7,37 persen, dimenangkan sebesar Rp350 miliar dan jatuh tempo pada tanggal 15 September 2016.

Untuk seri FR0053 yield tertimbang sebesar 7,69 persen dengan tingkat kupon 8,25 persen berhasil dimenangkan sebesar Rp1,65 triliun, akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2021. Untuk seri terakhir yakni FR0056 yield sebesar 8,375 persen dengan tingkat kupon 8,37 persen berhasil dimenangkan sebesar Rp2,8 triliun, akan jatuh tempo pada tanggal 15 September 2026.

Bulan April 2011 lalu , Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang juga mengumumkan telah berhasil mengantongi sebesar Rp6,6 triliun dari penjualan empat Surat Utang Negara (SUN) dari lima SUN yang telah dilelang. "Total penawaran yang masuk sebesar Rp14,841 triliun," ungkap siaran pers tersebut.

Adapun dari total penawaran tersebut pemerintah memenangi empat SUN, yakni SPN20110720 (new issuance), SPN20120406 (reopening), FR0055 (reopening), FR0056 (reopening), dan FR0057 (new issuance). "Total nominal yang dimenangkan dari keempat seri tersebut adalah Rp 6,6 triliun," demikian isi pernyataan tersebut.

Sementara sistem yang digunakan adalah melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI), kelima SUN tersebut adalah: SPN20110720, penawaran yang masuk Rp1,875 triliun. Pemerintah menyerap Rp600 miliar. Jatuh tempo 20 Juli 2011, SPN20120406, penawaran yang masuk Rp3,27 triliun. Tak ada yang diserap oleh pemerintah, FR0055, penawaran yang masuk Rp1,423 triliun. Pemerintah menyerap Rp1 triliun. Jatuh tempo 15 September 2026, FR0056, penawaran yang masuk Rp3,633 triliun. Pemerintah menyerap Rp800 miliar. Jatuh tempo 15 September 2026, FR0057, penawaran yang masuk Rp4,64 triliun. Pemerintah menyerap Rp4,2 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2041.

Seperti diketahui, dengan dinaikannya peringkat utang Indonesia dari BB menjadi BB+ oleh lembaga pemeringkat utang S&P maka aliran dana dari investor akan semakin bertambah, untuk itu diperlukan instrumen seperti SPN ttiga bulan guna menyerap hot money yang akan datang. "Kebijakan tersebut (SPN) untuk menahan agar dana asing lebih lama di Indonesia," ungkap Pengamat ekonomi Tony Prasetiantono lewat pesan singkatnya di Jakarta.

Tony optimis investor asing masih berminat jika memang pemerintah menerbitkan SPN bertenor tiga bulan ini. "Apalagi barusan S&P menaikkan peringkat utang kita," tambahnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Herborist Pasok 2500 Liter Hand Sanitizer ke RSPAD Gatot Soebroto

    NERACA   Jakarta - Pada awal Maret 2020, Presiden Joko Widodo, telah mengumumkan mulai terdapat orang yang dinyatakan…

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…