KKGI Habiskan Dana US$ 1,24 Juta Untuk Eksplorasi

Anak usaha PT Resources alam Indonesia Tbk (KKGI), PT Insani Baraperkasa mencatatkan biaya eksplorasi yang dilakukan perseroan sudah mencapai US$ 1,24 juta. Dimana dana tersebut, untuk membiayai kegiatan eksplorasi dengan mengunakan metode bor dangkal dilakukan di wilayah Handil Bakti, Tani Bakti dan Purwajaya Selatan.

Corporate Secretary, KKGI, Lenny S.C mengatakan, untuk pelaksanaan drilling tambahan di lakukan di Handil Bakti, sedangkan pengeboran dilakukan di Tani Bakti dan Purwajaya Selatan, “Hasil dari pengujian di blok tersebut saat ini masih dalam proses perhitungan cadangan,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia juga menjelaskan, rencanan eksplorasi blok Loajanan akan terus dilakukan pemetaan geologi untuk menetapkan sub blok yang potensial di tambang, sedangkan untuk blok Separi perseroan masih mempelajari untuk dilakukan pemboran, “Untuk tahap produksi, seluruh blok dalam PKP2B PT Insani Baraperkasa telah mendapatkan persetujuan dari Menteri ESDM," ujarnya.

KKGI hingga akhir September 2012 lalu tercatat mengalami penurunan laba bersih 36,69% menjadi Rp218,14 miliar dibandingkan periode serupa 2011 sebesar Rp344,55 miliar. Hasil tersebut dipicu turunnya penjualan bersih perseroan yang hingga akhir September 2012 menjadi Rp1,54 triliun dari periode serupa 2011 sebesar Rp1,57 triliun. Sementara total aset perseroan tercatat naik 2,46% hingga akhir periode September 2012 menjadi Rp1,00 triliun dibandingkan posisi sebelumnya Rp977,89 miliar per Desember 2011. (bani)

BERITA TERKAIT

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…

Produksi TOBA 5,8 Juta Ton Batu Bara

Hingga akhir tahun 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara sekitar 5,4 juta—5,6…

Ketua BKBM: Kemaritiman Sediakan 45 Juta Lapangan Kerja

NERACA Jakarta - Ketua Badan Kerjasama Usaha Bidang Maritim (BKBM) Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa sektor kemaritiman memiliki potensi lapangan kerja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…