Pefindo Beri Peringkat 1.200 Perusahaan

Tahun depan, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kebanjiran order untuk melakukan pemeringkat terhadap 1.200 perusahaan, dimana jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan jumlah pemeringkat perusahaan tahun ini sebanyak 100 perusahaan.

Presiden Direktur Pefindo Ronald Kasim mengatakan, lonjakan pemeringkatan itu bisa terjadi, bila Bank Indonesia (BI) menerapkan kebijakan terkait pemeringkatan bagi perusahaan yang ingin mendapatkan kredit dari bank, “Kalau minimal 10 debitor, lalu dikalikan 120 bank, maka bisa sebanyak 1.200 perusahaan,” katanya di Jakarta, kemarin.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini, rasio perusahaan yang memiliki kredit di bank tapi tidak memiliki peringkat mencapai 96,35. Tingginya rasio itu menyebabkan risiko kredit korporasi menjadi tidak terukur.

Sebelumnya, BI berencana mewajibkan setiap 10-25 keditor terbesar di bank untuk memiliki peringkat perusahaan. Untuk penerapan tahap awal, sesuai SE 13/ 6/DPNP, bank wajib melakukan penghitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (AMTR).

Penghitungan tersebut dapat menggunakan pendekatan standar berdasarkan peringkat debitor atau berdasarkan persentase tertentu. Selaun itu, peringkat juga dapat diukur dengan pendekatan berdasarkan internal rating.

Kata Ronald, kesiapannya untuk memeringkat lebih banyak perusahaan. Sejak berdiri, Pefindo telah memeringkat lebih dari 500 perusahaan. “Metodologi kami sudah siap. Selain itu ada dukungan dari S&P. Kami tinggal tambah sumber daya manusia untuk antisipasi lonjakan pemeringkatan,” jelasnya.

Sementara itu, Pefindo telah memeringkat obligasi dengan total emisi mencapai Rp50 triliun. “Masih ada sekitar 8-10 perusahaan yang tengah menunggu pemeringkatan dari Pefindo dengan nilai emisi Rp15-17triliun,”papar Ronald.

Tahun depan, Pefindo memproyeksi nilai emisi obligasi mencapai Rp60 triliun. Banyaknya obligasi yang jatuh tempo pada 2013 akan mendorong emiten untuk kembali mencari pen- danaan lewat penerbitan surat utang baru. “Daya serap pasar pada tahun depan diperkirakan masih cukup besar,”katanya.

Tahun ini, nilai emisi obligasi korporasi diperkirakan mencapai Rp50-55 triliun. Dengan demikian, pada 2013, nilai emisi obligasi bisa tumbuh sekitar 10-20 persen dibandingkan estimasi 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Beri Notasi Khusus 51 Emiten Bermasalah

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan notasi khusus pada 51 kode saham emiten hingga tanggal 11 Juni 2019. Dengan demikian,…

Peringkat Utang Cikarang Listrindo Jadi BB+

NERACA Jakarta – Berhasil mencatatkan kinerja yang cukup positif mendorong lembaga pemeringkat Standard and Poor meningkatkan rating surat utang PT…

United Tractor Beri Pinjaman PML Rp 280 Miliar

NERACA Jakarta  - PT United Tractors Tbk (UNTR) memberikan pinjaman yang akan digunakan sebagai modal kerja cucu usaha, PT Patria…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…