Pasar Bakery Indonesia Tak Terpengaruh ACFTA

NERACA

Jakarta - Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) tidak mempengaruhi pasar bakery di dalam negeri karena tingkat kedaluwarsa produknya sangat pendek. “Produk bakery atau roti merupakan jenis olahan fresh food yang mempunyai tingkat kedaluwarsa dengan jangka waktu relatif pendek. Produk impor dari China seperti roti tidak mungkin masuk ke pasar dalam negeri,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Franky Sibarani di Jakarta, Kamis (8/11).

Untuk makanan dan minuman (mamin) olahan yang rentan bersaing dengan China, menurut Franky, adalah produk biskuit. “Produk biskuit dari China terus membanjiri pasar dalam negeri dan produsen harus membuat produk yang memiliki kualitas tinggi. Sedangkan produk kacang taste Indonesia lebih gurih dan bijinya lebih kecil dibandingkan kacang China,” paparnya.

Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (Apebi) Chris Hadijaya mengatakan, pihaknya tidak mengkhawatirkan produsen China masuk ke industri bakery nasional. Pasalnya, industri bakery nasional sudah memiliki spesifik khusus, mulai dari merek hingga kualitas rasa. “China tidak akan berani masuk ke industri bakery kita terutama yang kelas menengah atas. China sulit untuk mengikuti cita rasa Indonesia,” ujarnya.

Chris menambahkan, selama lima tahun mendatang, industri bakery Indonesia tidak akan mendapat gempuran dari produk impor. “China akan sulit bersaing di ritel modern karena industri bakery di Indonesia mempunyai merek sendiri. Hal tersebut akan menyulitkan China untuk memasukkan produknya,” tandasnya.

Omzet industri roti nasional diperkirakan akan mencapai Rp5,6 triliun pada tahun ini. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp5 triliun. Chris mengatakan penjualan pada tahun lalu bertumbuh hingga 15% dibandingkan pada tahun lalu.Selain itu juga ada potensi dari rencana sertifikasi halal yang bisa mengancam perusahaan kecil.

Menurut dia, kenaikan BBM akan menyebabkan biaya distribusi menjadi tinggi, terutama untuk produsen-produsen kecil. Dia menambahkan, kenaikan TDL dan BBM juga berpotensi menurunkan daya beli masyarakat serta meningkatkan harga bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi roti.

Seperti diketahui, pada April 2012, pemerintah akan melaksanakan dua kebijakan sekaligus di sektor energi, yaitu pembatasan konsumsi BBM subsidi dan kenaikan TDL sebesar 10%. Menko Perekonomian Hatta Rajasa pernah mengatakan, pemerintah sudah memperhitungkan laju inflasi akibat kenaikan TDL mulai April nanti sehingga pemerintah ingin TDL tetap naik. "Inflasi sudah diperhitungkan. Kenaikan TDL sudah diperhitungkan," kata Hatta.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan perlunya Indonesia belajar dari pengalaman buruk dengan China - ASEAN Free Trade Agreement (CAFTA). Perjanjian yang terlalu menitikberatkan pada akses pasar tersebut dirasakan banyak pihak sebagai penyebab membanjirnya produk China yang banyak memukul pengusaha dalam negeri. “Pengalaman dengan CAFTA, tidak boleh terulang lagi dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa,” ujar Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi.

BERITA TERKAIT

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

Butuh Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Pasar Rakyat

NERACA Jakarta – Daya saing yang dimiliki oleh pasar rakyat memiliki potensi besar dibandingkan dengan pasar swalayan. "Artinya secara daya…

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia NERACA Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…