Pertamina Ekspor Pelumas ke Swiss dan Afrika Selatan

NERACA

Jakarta - Pertamina Lubricants untuk pertama kali mengekspor pelumas ke Swiss dan Afrika Selatan. Hal itu diharapkan menjadi pintu masuk perseroan itu dalam memasarkan bisnis pelumas ke kawasan Eropa dan Afrika.

"Swiss dan Afrika Selatan merupakan negara ke-23 dan ke-24 yang menjadi negara tujuan ekspor pelumas Pertamina. Ekspor perdana ke kawasan Eropa dan Afrika ini menandakan semakin diterima dan dipercayanya produk pelumas Pertamina di pasar global," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Ali Mundakir, di Jakarta, Kamis (8/11).

Menurut Ali Mundakir, pembukaan pasar Eropa dengan Swiss sebagai pintu gerbangnya tidak lepas dari upaya pengenalan brand pelumas Pertamina melalui beberapa aktivitas pemasaran di Eropa, antara lain melalui event Fastron Euroasia Expedition, World Rally Championship, dan partisipasi pembalap muda binaan Pertamina, Rio Haryanto.

Aktivitas pengembangan ekspor yang gencar pada tahun ini dengan dibukanya beberapa pasar baru turut mendorong meningkatnya penghargaan eksistensi Pertamina Lubricants di pasar. "Dengan memanfaatkan momentum situasi pasar di Eropa yang mulai bergeser pada produk bermutu tinggi dengan harga terjangkau, kami menggandeng Indonaldini Group Swiss-SA untuk mengembangkan pasar pelumas Pertamina di Eropa," ujarnya.

Menurut dia, dengan diterimanya produk Pertamina di pasar Eropa membuktikan kemampuan daya saing pelumas Pertamina di pasar yang sangat mature dan high competitive. “Secara bertahap kami akan menambah varian produk yang akan diekspor dan segera bergerak ke pelumas industri dan pelumas marine," kata dia menegaskan.

Sementara itu, Vice Presiden Lubricants Pertamina Supriyanto Dwi Hartono mengungkapkan PT Pertamina (persero) melalui unit usahanya Pertamina Lubricants berencana memasarkan produk pelumasnya hingga ke benua Amerika. Namun, hal tersebut belum bisa direalisasikan tahun depan. Alasannya, tahun depan perseroan fokus untuk kembangkan produk dan fasilitas di luar negeri. "Ekspansi kita ingin ke Amerika kemungkinan belum tahun depan," ujar Dwi.

Manajer Pemasaran Luar negeri Pertamina Lubricant Redesmon Munir mengatakan, rencana ekspansi di benua Amerika akan menjadikan Pertamina makin dikenal dan menunjukan kekuatannya sebagai perusahaan yang mendunia. "Bangun brand untuk masuk ke USA dan Brazil. Dreams kita untuk jadikan Pertamina perusahaan global di bisnis lubricant dan dikenal," katanya.

Sebelumnya, Pertamina Lubricants telah melakuka penjajakan di Eropa unit usaha pelumas Pertamina tersebut akan memasarkan produksnya di Swiss, sedangkan di Afrika Lubricants memasarkan pelumasnya di Afrika Selatan.

Pada tahap awal produk unggulan yang akan di ekspor oleh Pertamina adalah pelumas otomotif antara lain Fastron series, Prima XP dan Mesran, dengan pengapalan perdana sejumlah 2 kontainer atau 32.000 liter ke Swiss.

Sementara tahap awal Pertamina mengapalkan satu kontainer produk yang berbasis Fastron Sytentic, Mesran,dan Pelumas diesel yang berbasis Mediteran SX 15W-40 dengan total volume 12.000 liter ke Afrika Selatan.

Menurut Redesmon, akuisisi perusahaan lubricant tersebut dimaksudkan untuk memudahkan Pertamina dalam menyediakan dan menjual lubricant khususnya dikawasan IndoChina, Myanmar, Laos dan Thailand. Alasannya, kawasan IndoChina merupakan pangsa terbesar lubricant Pertamina saat ini. "Penetrasi pasar yang paling dekat adalah Bangkok (Thailand), mudah-mudahan akhir tahun ini bisa kita lakukan, atau paling tidak awal tahun depan," katanya.

Terkait proses akuisisi perusahaan tersebut, Pertamina mengaku sudah melakukan uji kelayakan sejak lama. "Nanti kita akan ketemu sama mereka, kita beli berapa persen sahamnya," katanya.

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Aset Pelabuhan untuk Layanan Logistik Energi - Sinergi Pelindo III dan Pertamina

        NERACA   Surabaya - Pelindo III dan Pertamina memulai integrasi dan pendayagunaan aset pelabuhan untuk bersama…

Ekspor Sumsel Januari 2019 Turun 17,24 Persen

Ekspor Sumsel Januari 2019 Turun 17,24 Persen NERACA Palembang - Nilai ekspor Sumatera Selatan (Sumsel) melorot pada Januari 2019 sebesar…

PRODUKSI SAPU UNTUK EKSPOR

Pekerja membuat sapu di salah satu pabrik industri alat rumah tangga di Desa Ciherang Pondok, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar idEA 2019 Hadir Untuk Pertama Kalinya di Indonesia

NERACA Jakarta – Indonesia e-commerce Association (iDEA) atau Asosiasi E-commerce Indonesia bekerjasama dengan Traya Eksibisi Internasional akan menggelar pameran Pasar…

Pemerintah Siap Kucurkan US$1,1 Miliar Atasi Defisit Migas

NERACA Jakarta – Pemerintah siap mengeluarkan dana 1,1 miliar dolar AS untuk kegiatan eksplorasi guna mengatasi defisit minyak dan gas…

Niaga Energi - Harga Minyak Naik Terpengaruh Atas Kesepakatan Produksi OPEC

NERACA Jakarta – Harga minyak dunia naik untuk hari kelima pada perdagangan berada di jalur untuk kuartal pertama terkuat dalam…